Dzikir Menjelang Tidur

tidur


Tidur adalah kebutuhan mendasar bagi manusia. Dalam agama Islam juga mengatur tata cara tidur ini. Menjadi penting karena tidur tidak hanya sekedar mengistirahatkan tubuh, tetapi merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Untuk itu Islam mengajarkan dzikir menjelang tidur sehingga tidak mendapatkan gangguan dan tidur menjadi lelap dan sehat.


Rasulullah SAW sendiri mengajarkan bagaimana tata cara sebaiknya kita tidur. Salah satunya adalah Rasulullah SAW tidak tidur larut malam hari. Beliau tidur di awal malam dan akan terbangun di sepertiga malam untuk menunaikan salat malam.


Tidak hanya itu Rasulullah SAW juga mengajarkan bagaimana dzikir menjelang tidur. Berikut beberapa ayat yang dibaca ketika hendak tidur yang dinukil dari buku Pedoman Dzikir dan Doa karya Tengku Muhammad Hasby Ash Shiddieqy :

  1. Membaca Ayat Kursy. Membaca ayat Kursy disarankan bagi kita menjelang tidur. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Hal ini di dasari riwayat Abu Hurairah saat diperintah Nabi Muhammad SAW menjaga zakat. Tiga malam berturut-turut Abu Hurairah mendapatkan gangguan. Ada yang mencuri zakat. Setelah ditangkap, pencuri berkata,” Supaya engkau terpelihara dari gangguan setan, bacalah di waktu akan tidur ayat Kursy.” Ketika Abu Hurairah menerangkan peristiwa pencurian itu kepada Rasul SAW, beliau berkata,”Apa yang dikatakan pencuri benar, walaupun ia berdusta. Pencuri itu adalah setan.”
  2. Membaca Khawatim Al Baqarah. Hal ini dikatakan oleh Sayidina Ali,” Saya menganjurkan supaya seseorang yang telah masuk Islam dan telah berakal, sebelum tidur membaca akhir surat al Baqarah sebanyak tiga kali.”

Adapun bacaan akhir surat al Baqarah adalah sebagai berikut:

Ayat 285

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَا لُوْا سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِ لَيْكَ الْمَصِيْرُ

Artinya
Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya. Dan mereka berkata, Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

Ayat 286:


لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَا قَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَا عْفُ عَنَّا ۗ وَا غْفِرْ لَنَا ۗ وَا رْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya :
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.””Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Wallahu A’lam bi showab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang