Wirid di Saat Sulit

dzikir

Doa adalah senjata kaum mukmin. Ada banyak doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw yang kemudian dijalankan oleh para ulama. Bahkan tidak jarang doa itu kemudian menjadi sebuah ritual yang dilaksanakan secara turun temurun hingga kini. Salah satunya adalah wirid di saat sulit

Diriwayatkan ole Anas r.a bahwasanya Rasulullah saw berkata,” Apabila menghadapi suatu kesulitan pelik, Nabi berkata

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Yâ Hayyu Yâ Qayyûm lâ ilâha illâ Anta birahmatika astaghîtsu

Artinya: “Wahai Sang Maha Hidup, Wahai sang Maha Mengurus (makhluk-Nya) dengan kasih sayang Mu aku meminta pertolongan.”

Juga diriwayatkan dari abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw. Apabila dibuat sedih atas suatu urusan maka beliau menengadahkan kepalanya ke langit lalu berucap,’ Maha Suci Allah Yang Maha Agung’, dan apabila bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau membaca,” Wahai Sang Maha Hidup dan Wahai Sang Maha Mengurus (mahluk-Nya).” (HR At Tirmidzi)

Kutipan hadis diatas disebutkan dalam buku Abwabul Faraj : Kitab Doa, Wirid dan Amalan pemecah Segala Musibah karya Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki.       

Sementara dalam kitabnya Madarij as-Salikin, ulama masyhur Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan bahwa dirinya mempunyai salah satu hizib kesukaan. Wirid itu adalah

Murid kesayangan Ibnu Qayyim yaitu Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa siapa yang terus-menerus membaca sebanyak 40 kali setiap hari di antara salat sunnah subuh dan salat subuh bacaan Yâ Hayyu Yâ Qayyûm lâ ilâha illâ Anta birahmatika astaghîtsu, maka akan dia dapati hatinya hidup dan tak mati.”

Beliau juga mengatakan bahwa dua nama ini, yaitu al-Hayyu al-Qayyûm, punya pengaruh yang besar dalam hidupnya hati. Dan, beliau mengisyaratkan bahwa keduanya adalah Ismul A’dham. Wirid yaa hayyu yaa qayyum bi rahmatika astaghits memang kandungan yang luar biasa. Itulah wirid yang dibaca saat sulit dan wirid yang bisa membuat hati kita hidup dan tidak mati. Itulah wirid di saat sulit sering diamalkan dalam majelis-majelis taklim maupun istighosah.

Waallahu A’lam bi Showab.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain