Doa agar Anak menjadi Soleh dan Solehah

doa

PITUTUR ID. Mempunyai keturunan yang soleh dan solehah adalah dambaan setiap orang tua. Untuk itu Islam mengajarkan pentingnya mendidik anak dan kemudian mendoakannya. Dalam al Quran, hadis maupun para ulama banyak yang mengajarkan doa agar diberi keturunan soleh dan solehah.

Sayyid Abdullah Al-Haddad memberikan nasehat kepada kepada orang tua agar selalu mendoakan yang terbaik. Doa yang baik untuk anaknya karena akan memberikan manfaat baginya dan bagi anak-anaknya.

Tidak hanya itu Sayyid Abdullah Al-Haddad juga berpesan agar orang tua menahan diri dari mendoakan keburukan bagi anaknya. Menurut beliau hal itu hanya akan menambah durhaka dan mudharat di dunia bagi anak dan bagi dirinya sendiri.


Salah satu doa agar ingin mendapatkan anak yang soleh tertera dalam al Quran surat Al-Baqarah ayat 128 yang berbunyi:


رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Rabbanaa waj’alnaa muslimaini laka wa min dzurriyyatinaa ummatam muslimatal laka wa arinaa manaasikanaa wa tub’alainaa innaka antat tawwaaburrahiim.

Artinya :
Wahai Rabb kami, Jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah taubat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.

“Sayyid Abdullah Al-Haddad juga berpesan agar orang tua menahan diri dari mendoakan keburukan bagi anaknya. Menurut beliau hal itu hanya akan menambah durhaka dan mudharat di dunia bagi anak dan bagi dirinya sendiri.”


Doa diatas merupakan doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. setelah selesai membangun pondasi Ka’bah.
Dalam kitabnya Tafsir Munir, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa doa nabi Ibrahim itu mengajarkan kepada agar kita berdoa untuk kebaikan diri kita dan keturunan kita. Hal ini penting untuk dapat meneruskan nilai perjuangan agama Islam.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Al-Bukhari, dari Abu Musa Al-Asy’ari yang menerangkan bahwa ketika anaknya lahir beliau langsung membawanya kepada Nabi Saw.

Beliau Rasulullah memberikan nama anak Abu Musa al Asy’ari dengan Ibrahim. Setelah itu beliau mentahniknya (mengunyahkan kurma kemudian dimasukkan ke mulut), dan mendoakannya agar mendapatkan keberkahan.
Adapun doa Rasulullah saw sebagai berikut :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلاِسْمَ مُبَارَكًا لَهُ فَاجْعَلْ بِطَاعَتِكَ اِشْتِغَالَهُ وَبِمَا يُرْضِيْكَ اَمَالَهُ وَبِطَلَبِ عِلْمِكَ اِجْتِهَادَهُ وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ اَجَاالَهُ. اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ فِى طَاعَتِكَ وَطَاعَة رَسُوْلِكَ وَصَحِّحْ اَجْسَادَهُ فِى صِحَّةٍ وَعَافِيَةِ وَسَلاَمَةٍ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ زَعِيْمًا ِفى وَقْتِ كِبَرِهِ وَثَبِّتْ اِيْمَانَهُ كَاِيْمَانِ اَنْبِيَائِكَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْن. اَللَّهُمَّ ارْزُقْهُ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّبًا مُبَارَكًا جَمِيْلًا وَاِلَى اْلًخيْرِ قُرْبَهُ وَعَن الشَّرِّ اَبْعَدَهُ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allohummaj’al haadzal isma mubaarokan lahuu faj’al bithoo’atika isytighaalahuu wa bimaa yurdhiika amaalahuu wa bitholabi ‘ilmika ijtihaadahuu wakhtim bish-shoolihaati ajaalahuu. Allohumma thowwil ‘umrohuu fii thoo’atika wa thoo’ati rosuulika wa shohhih ajsaadahuu fii shihhatin wa ‘aafiyatin wa salamah. Allohummaj’alhu za’iiman fi waqti kibarihii wa tsabbit iimaanahuu kaiimaani anbiyaa-ika ilaa yawmiddiin. Allohummarzuqhu rizqon halaalan thoyyiban mubaarokan jamiilan wa ilal khoiri qurbahuu wa ‘anisy-syarri ab’adahuu yaa arhamar roohimiin.

Artinya :

“Ya Allah, jadikanlah nama ini berkah baginya, dan jadikanlah taat kepada-Mu merupakan pekerjaannya, dan perkara yang Engkau ridhai adalah cita-citanya, menuntut ilmu menjadi perjuangannya, dan akhirilah hidupnya dengan amalan saleh. Ya Allah, panjangkanlah umurnya dalam ketaatan kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Jadikanlah badannya dalam keadaan sehat afiat serta sejahtera. Ya Allah, jadikanlah dia pemimpin di waktu besarnya dan tetapkanlah imannya seperti iman para nabi-Mu hingga hari kiamat. Ya Allah, berikanlah rezeki yang halal lagi baik dan berkah, dan bagus. Dekatkanlah dia dengan perkara-perkara yang baik, dan jauhkanlah dia dari perkara-perkara yang buruk lagi jahat. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.”

Itulah dua doa agar anak-anak menjadi soleh dan solehah. Kewajiban orang tua untuk selalu mendidik dan mendoakan anak-anak dan keturunannya. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain