Gus Baha: Politik itu Seni

gus baha

Gus Baha ulama asal Rembang mengatakan bahwa politik merupakan seni mengelola kepercayaan publik. Menurutnya jika berpolitik dijalankan dengan tidak amanah maka akan ada rasa saling menyalahkan dan curiga.

Menurut Gus Baha mengatakan jika politik tidak dijalankan dengan amanah yang akan timbul adalah rasa saling menyalahkan dan curiga. Dampaknya bangsa ini akan menjadi bangsa yang terpuruk. Menjalankan amanah menjadi sangat penting agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang hanya bisa saling menyalahkan sehingga politik kembali ke kemaslahatan publik.

Dia bersyukur saat ini pertarungan politik melalui seni mencari daya tarik masyarakat dan mengelola simpati publik. Menurut dia, kalau melihat politik sebagai cara atau seni mengelola kekuasaan dengan cara yang lebih enak, lebih beradab maka cara politik sekarang itu sudah membaik dari yang sebelumnya.

“Tidak kebayang dulu misalnya Timor Leste keluar dari Indonesia mekanismenya melalui duel atau perang, tapi pada akhirnya melalui politik, lewat jajak pendapat. Begitu juga pemilihan gubernur dan bupati,” ujarnya.

Karena itu, Gus Baha menilai jika berpolitik yang dijalankan saat ini dijalani saat ini dirasa enjoy karena politik merupakan suatu hal yang substansial dan berhubungan dengan kemaslahatan umat. Menurutnya, apabila politik tidak dijalankan dengan amanah, maka yang timbul adalah rasa saling menyalahkan dan curiga sehingga berimplikasi pada keterpurukan suatu bangsa.

Hal itu, menurut Gus Baha, sangat penting agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang hanya bisa saling menyalahkan sehingga politik kembali ke kemaslahatan publik.

“Istilahnya kamu punya kamar seribu, yang dipakai tidur cuma satu kamar, kalau punya beras satu ton, yang kamu makan hanya satu liter. Artinya apa, artinya kebutuhannya adalah sama-sama satu piring,” katanya. Hal itu dikatakan Gus Baha dalam pengajian di pesantrennya.

K.H. Ahmad Bahauddin, lebih dikenal sebagai Gus Baha adalah ulama kelahiran, Rembang, Jawa Tengah. Beliau merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur’an. Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, Kiai Maimun Zubair.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain