Kiai Mustofa Bisri dan Nama Samarannya

gus mus

Beluk lama ini, Kiai Mustofa Bisri atau Gus Mus berulang tahun. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ada yang spesial dalam ulang tahunnya kali ini. Ulama Rembang ini meluncurkan sebuah buku lama yang telah diterbitkan tahun 1970. Waktu itu dengan nama samaran.  

Lewar instagramnya, Kiai Mustofa Bisri menceritakan ikhwal bukunya. “Ada kaum muda yang peduli terhadap pengembangan literasi anak-anak dan tergabung dalam komunitas “Semesta Kreatif Alala”, yang sengaja menerbitkan dan meluncurkan buku di hari ini. 10 Agustus ini. Buku untuk anak-anak yang pernah terbit tahun 1970an, berjudul “Awas Manusia” gubahan M. Ustov Abi Sri,” ujar Gus Mus  

Dalam akun medsosnya itu Kiai Mustofa Bisri mengaku sebagai orang kuno yang tidak punya tradisi ulang tahun. Namun, ia merasa bahagia dan bersyukur karena terdapat doa dari banyak orang. Bahkan, ada saja sahabat Gus Mus yang sengaja membuat penyelenggaraan perhelatan ulang tahun.  “Aku adalah orang koeno yang tidak punya tradisi ulang tahun. Tapi karena pergaulan ku ‘lintas era dan lintas usia’, tiba-tiba di usiaku yang ke-70 ada saja kawan yang punya gagasan menyelenggarakan perhelatan Ulang Tahun Gus Mus,” katanya.

Semenjak sejak itu, lanjut Gus Mus,  setiap tahun pada tanggal yang dipercayai sebagai hari kelahiranku, banyak orang menyampaikan Selamat Ulang Tahun kepadaku. Aku senang dan bersyukur terutama karena doa mereka yang tulus. Tak lupa Gus Mus menyampaikan rasa terima kasihnya  “Terima kasih untuk semua yang peduli dan mendoakanku. Doa-baikku selalu untuk kalian,” kata Gus Mus.

Beliau lahir di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944, Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang dan menjadi Rais Syuriah PBNU. Selain itu juga seorang penyair dan kolumnis yang sangat dikenal di kalangan sastrawan.

Karya karyanya sangat banyak diantaranya adalah Dasar-dasar Islam, Nyamuk-Nyamuk Perkasa dan Awas, Manusia, Kimiya-us Sa’aadah, Syair Asmaul Husna, Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem , Tadarus, Antalogi Puisi,  Mutiara-mutiara Benjol dan lain sebagainya.  

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain