Syekh Ahmad Zarruq, Mujadid Agung yang Terampil Menjahit

ahmad zarruq

Syekh Ahmad Zarruq dikenal salah satu sufi dan mujadid agung dalam sejarah Islam. Beliau adalah orang yang pertama mendapatkan gelar muhtasib al-‘ulama’ wa al-awliya’. Karyanya sampai sekarang masih menjadi bagan kajian dan bacaan wajib bagi para penganut tasawuf dan fikih.

Beliau juga dikenal sebagai Imam az-Zarrūq ash Shadzili. Nama lengapnya adalah Abu al-Abbas Ahmad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn ‘Isa Zarruq al-Fasi al-Burnusi. Masa hidupnya antara tahun 1442–1493 M. dalamdunia intelektual, Syekh Ahmad Zarruq populer sabagai cendekiawan suni dan ulam sufi dari Fes , Maroko. Tingkat keilmuannya mewakili teori dan spiritualitas yang paling menonjol dalam sejarah Islam masa itu. Orang sezamannya menyebutnya sebagai pembaharu atau mujaddid.

Ulama ini lahir pada 7 Juni 1442 atau 22 Muharram, 846 H.  Menurut sejarawan Syekh Ahmad Zarruq dilahirkan di desa di wilayah Tiliwan, daerah pegunungan Maroko. Beliau berasal dari suku Barnusi yang tinggal di daerah antara Fes dan Taza. Masa kecilnya sangat memprihatinkan. Semenjak kecil sudah menjadi yatim piatu. Ibu dan ayahnya meningga ketika dirinya berumur tujuh hari. Syekh Ahmad Zarruq kecil kemudian diasuh oleh neneknya Ummul Banin yang kenal sebagai ahli hukum ulung.

Kemudian digembleng neneknya yang menjadi salah satu ulama paling terkemuka madzhab Maliki. Pendidikan neneknya inilah yang memotivasi Syekh Ahmad Zarruq menjadi ahli ilmu kalam, fikih, qiraat, hadis dan tasawuf. Ketika masih belia telah hafal al-Qur’an. Konon sang nenek juga membekali Syekh Ahmad Zarruq dengan keterampilan menjahit ketika usianya sembilan tahun.

Tercatat ada beberapa guru selain neneknya yaitu Syekh Abu al-Abbas Ahmad ibn al-‘Ijl yang tak lain adalah kakeknya sendiri kemudian  Syekh Abdullah Muhammad Sulaiman al-Jazuli  yang kesohor dengan karyanya kitab Dalail al-Khairat.

Namun namanya juga kesohor sebagai ulama yang menganut tarekat Syadziliyah. Bahkan beliau mendirikan cabang Tarekat Syadziliyah dengan namanya Zarruqi Syadzili.  Ada beberapa karya tulisnya. Namun yang populer dan fenomenal adalah kitab Qawa’id al-Tasawwuf dan syarah (penjelasan) terhadap kitab al-Hikam karya Syekh Athaillah al-Sakandari dan syarah Hidzib al-Bahr karya Syekh Abu al-Hasan al-Syadzili. Beliau menulis lebih dari 50 kitab. diantaranya  Qawaa’id At-Tasawwuf,  Al-Jaami’, An-Nasa’ih, An-Nasihah Al-Kafiyah, Risalah, Risalah fi Radd ‘alaa Ahlul Bid’ah, Sharh Al-Haqa’iq wa Daqa’iq, Sharh Muqatta’at Ash-Shushtari,  I’anatul-Mutawajjih al-Misken dan lain sebagainya.

Beliau wafat di Misrata , Libya tahun 899 (1493). Ia dimakamkan di Misrata disana. Makanya tak pernah sepi oleh para peziarah. Namun Pada hari pada Minggu 26 Agustus 2012, simpatisan ISIS menggali kuburan Ahmad Zarruq dan diduga membuang jenazahnya di tempat yang tidak diketahui. Kuat dugaan bahwa jenazahnya tubuhnya ditempatkan di lokasi rahasia, karena ISIS ingin menjauhkan orang-orang yang menghormati jenazahnya karena dianggap sesat. Konon jenazahnya telah ditemukan lagi. (Dari berbagai sumber)

3 thoughts on “Syekh Ahmad Zarruq, Mujadid Agung yang Terampil Menjahit”

  1. Pingback: Syekh Ahmad Zarruq, Mujadid Agung Abad 15 - SufiNews.com

  2. Pingback: Syekh Ahmad Zarruq, Mujadid Agung Abad 15 – santri.or.id

  3. Pingback: Syekh Ahmad Zarruq, Mujadid Agung Abad 15 - Dakwah | Kabarwarga.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain