Al Musiqa al Kabir, Kitab Babon Para Musisi

kitab

Kitab al Musiqa al Kabir adalah kitab peninggalan dari Al Farabi. Kitab ini dianggap sebagai buku masterpiece dalam dunia musik hingga saat ini.

Kitab al-Musiqa al-Kabir menurut Seyyed Hossein Nasr Kitab adalah kitab tentang teori musik yang menyajikan kajian filosofis tentang musik, kualitas kosmiknya, dan pengaruhnya terhadap jiwa. Kba ini dianggap sebagai kitab teori musik yang fenomenal di Abad Pertengahan. Kitab al-Musiqa al-Kabir atau The Great Book of Music adalah buku yang mengupas tentang teori-teori musik secara lengkap.

Al Farabi menulis kitab Al Musiqa al Kabir pada 936 M ata 324 Hijrah. Karyanya jauh sebelum bangsa Eropa mengenal musik sebagai ilmu pada abad ke 18. Tangga nada Do Re Mi Fa Sol La Si Do diambil dari kata bahasa Arab Durrar Mufashalati (Mutiara yang terpencar) yang telah dijadikan sebagai panduan menyusun nada. Buku menjadi rujukan utama para musisi klasik Barat dengan ilmu dasar musik tercantum dalam karya fenomenal ini.

Al Farabi bernama lengkap Abu Nashr Muhammad Ibn Tarkhan Ibn al-Uzalagh Al-Farabi. Beliau lahir di Transoxiana sekarang Uzbekistan sekitar tahun 870 M dan meninggal pada tahun 950 M di Damaskus. Selain dikenal sebagai seorang musikus handal, al Farabi juga kesohor sebagai seorang filosof.

“Kitab al-Musiqa al-Kabir atau The Great Book of Music adalah buku yang mengupas tentang teori-teori musik secara lengkap.”

Disebutkan bahwa Ibnu Farabi menulis Kitab al-Musiqa al-Kabir atas permintaan Abu Ja’far Muhammad ibn al-Qasim al-Kharki seorang Wazir di zaman Abasyiyah. Karya besarnya ini memaut tentang falsafah musik, asas akustik, sistem nada, melodi dan irama, deskripsi alat-alat musik, intonasi suara, hubungan di antara bahasa dan musik.  

Tidak hanya itu dalam kita ini juga banyak memberikan panduan pola-pola nada kaitannya dengan kondisi psikologi pendengarnya yang sekarang disebut terapi musik, dimana nada-nada yang disusun, bisa mengubah suasana seseorang.  Bagi Ibnu Farabi musik dapat menciptakan ketenangan dan mampu mengendalikan emosi. Ia pun meneliti musik sebagai terapi penyakit psikologis.

Kehebatan al-Farabi dikagumi dan diwarisi dalam pelbagai bentuk seperti risalah, alunan dan sama’ di beberapa tarikat. Tarekat Maulawiyah di Anatolia misalnya terus memainkan lagu-lagu yang digubah oleh al-Farabi hingga ke hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

iblis

Dialog Sufi dan Iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini. Ada dialog menarik ketika

kulit kentang

Sepuluh Manfaat Kulit Kentang

Kentang dikenal sebagai umbi-umbian yang kaya manfaat untuk tubuh. Selain menyehatkan , rasanya juga enak ketika direbus atau digoreng. Namun ternyata kulit kentang juga mempunyai