Tanggapi Video Santri, Gus Nadir Berpesan agar Hormati Perbedaan

gus nadir

Prof Nadirsyah Hosen atau populer dengan Gus Nadir akhirnya berkomentar tentang sebuah video yang melihatkan sejumlah santri menutup kuping saat terdengar suara musik. Video ini kemudian viral dan memancing perdebatan. Menanggapi hal ini Gus Nadir berpesan agar menghormati perbedaan.

Dosen senior Monash Law School ini mendorong masyarakat Muslim untuk saling menghormati. Ia menjelaskan bahwa pandangan ulama beragam tentang hukum mendengarkan musik. Ada mengharamkan ada juga yang memperbolehkan. Prof Nadirsyah Hosen kemudian mengungkapkan sebuah riwayat dalam Sahih Bukhari dan Muslim bahwa Abu Bakar pernah masuk ke rumah Aisyah untuk menemui Rasulullah saw, ketika itu ada dua gadis di sisi Aisyah yang sedang bernyanyi, lalu Abu Bakar menghardiknya seraya berkata: “Apakah pantas ada seruling setan di rumah Rasulullah?” Kemudian Rasulullah menimpali, “Biarkanlah mereka, wahai Abu Bakar, sesungguhnya hari ini adalah hari raya.”

“Di samping itu, juga tidak ada larangan menyanyi pada hari selain hari raya. Makna hadits itu ialah bahwa hari raya termasuk saat-saat yang disukai untuk melahirkan kegembiraan dengan nyanyian, permainan, dan sebagainya yang tidak terlarang,” cuitnya lewat twitter.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru berpesan agar masyarakat saling menghormati perbedaan dalam pilihan.  “Bagi yang bilang haram, mendengarkannya dianggap berdosa dan bisa membuat hafalan Qur’an menjadi lupa. Bagi yang bilang boleh, mendengarkan musik dapat melalaikan untuk muraja’ah, karena hafalan memang mesti dijaga dan diulang terus. Jadi, belum tentu semua santri yang tidak mau mendengar musik karena sedang menghafal Qur’an itu akibat menganggap musik haram. Pada titik ini, ya kita saling menghormati saja,” imbuh Gus Nadir.

Sebelumnya beredar sebuah video para santri yang menutup telinga tengah menghebohkan dunia maya. Tampak mereka tengah mengantre vaksin di sebuah ruangan. Namun setelah diputar sebuah lagu dengan kompak para santri tersebut menutup telinga karena ada musik barat yang diputar.

Diperlihatkan dalam video tersebut diperkirakan para santri masih duduk di bangku sekolah lanjutan. Video ini menjadi viral karena ada yang menuduh bibit radikal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain