Keprihatinan Etin Anwar

etin anwar

Kondisi perempuan Indonesia dalam berkarier masih banyak memiliki keterbatasan. Menurut World Economic Forum yang menyebutkan, gender gap (kesenjangan gender) Indonesia berada di peringkat 85. Kenyataan ini yang membuat Etin Anwar merasa prihatin

Menurutnya dari data tersebut diketahui bahwa bahwa career choice (pilihan karier) atau career orientation (orientasi karier) di Indonesia masih sangat rendah. Ia menyebutkan, di tengah masyarakat patriarkal, masih relatif banyak orang yang melarang perempuan Muslim berkarier dengan dalih interpretasi agama.

Ia menekankan bahwa pandangan Islam tidak pernah menarasikan kebenaran mutlak mengenai karier perempuan. “Terus terang saja, menurut saya ini ada kaitannya dengan budaya kodrat,” katanya seperti dikutip laman nu.or.id.

Etin Anwar dikenal sebagai seorang feminis muslim. Perempuan kelahiran Tasikmalaya ini masih aktif pada Associate Professor di Hobart and William Smith Colleges, New York, USA. Dia telah berdomisili di Amerika sepanjang 11 tahun dengan mengajar di sana. Etin mengajar di bidang humanity, semacam mengajar mata pelajaran Introduction to Islam.

Banyak pengalaman ketika memutuskan mengajar di negeri Paman Sam. Salah satunya ketika mahasiswa beranggapan bahwa seluruh muslim itu kejam serta penuh kekerasan semacam teroris. Tetapi, setelah satu semester belajar, mahasiswa itu sadar jika anggapan awalnya itu tidak benar.

Pedidikan sarjana di tempuh di Jurusan Perbandingan Agama UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Kemudian melanjutkan Program Master bidang Islam Studies di McGill University, Kanada. Periode 1998-2002 Etin bisa menuntaskan program Ph.D. dari Binghamton University Bidang Riset Philosophy, Interpretation, and Culture.

Dalam kariernya Etin Anwar tercatat menjadi anggota Board of Advisor untuk American Institute for Indonesian Studies, Steering Committee untuk Religion and Shoutheast Asia Group dalam American Academy of Religion. Pada 2019 Etin bergabung dengan Center for Theological Inquiry sepanjang satu semester untuk melaksanakan riset tentang Contesting Islamic Violence: The Political Theology of Resistence. Karya Etin antara lain “Gender and Self in Islam (Routledge, 2006)” serta “The Politics of Gender and the Culture of Sexuality (University Press of America 2014)”.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain