As Sulami Ulama yang Produktif Menulis Kitab

as sulami

As Sulami adalah seorang sufi yang produktif menulis. Beberapa kitabnya menjadi seluruh dunia rujukan hingga sekarang.

Disebutkan bahwa As Sulami sudah mulai menulis semenjak usia 20 tahun. Karya-karyanya meliputi tasawuf dan hadis . Sebagian besar masa hidupnya dihabiskan di perpustakaan untuk membaca dan menulis.

Nama lengkapnya Abu Abdurrahman bin Al-Hussain bin Muhammad bin Musa As-Sulami Al-Azdi. Lahir di Khurasan, Iran, pada tahun 325 H / 937 M dalam sebuah keluarga yang sangat taat bergama. Ketika ia berusia 15 tahun, ayahnya meninggal. Ia kemudian diasuh oleh nenek dari pihak ibunya.

Sejak kecil ia sudah mendalami bahasa Arab dan Al-Qur’an. Sejak usia delapan tahun sudah mendalami hadits bahkan kemudian meriwayatkannya. Ia mempelajari hadis dari beberapa guru diantaranya Syekh Abu Bakar As-Sibhghi dan Imam Abu Nua’im Al-Isbahani, pengarang kitab mengenai tasawuf,“Hilyatul Awliya”. Kepiawaiannya dalam ilmu hadis menjadikan As-Sulami sebagai rujukan banyak ulama. Selain itu beliau Juga berguru kepada Ad-Daruquthni, Al-Sarraj, Al-Nasrabazi, Al-Abzari, dan Al-Asfahami.

“Disebutkan bahwa As Sulami sudah mulai menulis semenjak usia 20 tahun. Karya-karyanya meliputi tasawuf dan hadis . Sebagian besar masa hidupnya dihabiskan di perpustakaan untuk membaca dan menulis. “

Dalam tasawuf, As-Sulami berguru kepada Ibnu Munazil, Abu Ali Al-Thaqafi , Abu Uthman Al-Hiri, Abu Nasr As-Sarraj penulis kitab “Al-Luma fit Tasawuf” dan Abu Qasim Al-Nasrabadzi yang juga sahabatnya dalam berdiskusi.

Sebagi ulama yang produktif As Sulami. Diantara kitab-kitabnya adalah sebagai berikut : Adab As-Sufiyya, Adab Al-Suhba wa Husn al-Ushra, Amthal al-Qur’an, Al-Arbain fi al-Hadis, Bayan fi Al-Sufiyya, Darajat al-Muamalat, Darajat As-Shiddiqin, Al-Farq Bayn al-Syaria wal Haqiqa, Al-Futuwwa, Ghalatat al-Sufiyya, Al-Ikhwah wal Akhwa min al-Sufiyya, al-Istishadat, Juwami, Adab al-Sufiyya, al-Malamatiyya, Manahij al-Arifin, Maqamat al-Awliya, Masail Waradat min Makkah, Mihan Al-Sufiyya, Al-Muqaddimah fi at-Tasawuf wa Haqiqatih al-Radd ‘ala ahl al-Kalam, Al-Sama, Al-Sualat Suluk al-Arifin, Sunnah al-Sufiyya, dan sebagainya.

Sampai beberapa bulan menjelang wafatnya pada tahun 412 H / 1021 M masih berkarya. Hari-hari terakhirnya ia habiskan dengan bersunyi diri di sebuah pertapaan sufi di Naisabur, Iran. Di sana pula As Sulami wafat dan dimakamkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain