Kisah Prajurit Rusia yang Ikut Solat Bareng Pak Nas

AH Nasution

Jendral Besar AH Nasution yang akrab dipanggil Pak Nas adalah salah satu tentara Indonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam, Beliau dikenal sangat disiplin dalam menjalankan solat.

Ada sebuah kisah tentang sikapnya dalam disiplin menjalankan perintah agama ini. Saat kunjungan di negeri komunis Uni Sovyet (sekarang Rusia). Protokol militer negara tersebut setempat harus menyesuaikan jadwal solat dalam seluruh agenda kegiatan kunjungan pak nas. Ada kisah menarik ketika Pak Nas berkunjung ke Rusia. Saat itu hari Jumat. Beliau kemudian melihat jam, padahal perundingan belum selesai. Berhubung waktu solat Jumat telah tiba, di depan sidang dan meminta diri untuk pergi solat. Seorang perwira militer kemudian mengantarkan pergi. Waktu Pak Nas membuka sepatu membuka sepatu, perwira itu mengikuti membuka sepatu miliknya. Uniknya ketika melakukan solat prajurit Rusia itu turut solat. Kemudian setelah selesai solat, ditanyalah perwira Rusia itu. “Apakah Anda seorang muslim,” tanya Pak Nas. Perwira Rusia itu kemudian menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

Saat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, Pak Nas, begitu panggilan akrabnya menyusun buku Pedoman Agama Islam untuk TNI.  “Mewajibkan kepada setiap anggota AD yang beragama Islam memahami isi buku tersebut di atas dan mengamalkannya,” begitu bunyi sebuah surat keputusan KSAD. Bahkan dalam setiap kesatuan TNI pada waktu itu diangkat imam tentara. Pak Nas lah yang membangun musholla di MBAD (Markas Besar Angkatan Darat) tahun 1950-an.

“Uniknya ketika melakukan solat prajurit Rusia itu turut solat. Kemudian setelah selesai solat, ditanyalah perwira Rusia itu. “Apakah Anda seorang muslim,” tanya Pak Nas. Perwira Rusia itu kemudian menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

Jenderal Abdul Haris Nasution lahir 3 Desember 1918 di Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Lahir dari keluarga petani yang bersahaja dan taat beragama. Ia adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah seorang aktivis Sarekat Islam di Kotanopan, Tapanuli Selatan. Nasution kecil dikenal sangat gemar membaca. Buku-buku seperti biografi tokoh dunia, sejarah dan kisah Nabi Muhammad serta perang kemerdekaan Belanda dan Perancis adalah bacaan keseharian di waktu kecil.

Pada hari kelahiran TNI, 5 Oktober ada baiknya kita mengenang tokoh yang satu ini, Abdul Haris Nasution, utamanya sikap disiplin dalam menjalankan solat pada waktunya. Disebutkan dalam tulisan di laman milik M Fuad Nasar pada saat kunjungan ke mana pun, termasuk keluar negeri harus ada standing order terkait dengan jadwal shalat wajib diperhatikan oleh protokol.

Dikisahkan sewaktu Pak Nas melakukan kunjungan ke Australia menjadi tamu Angkatan Perang negeri tersebut. Ada seorang kolonel selalu melaporkan bila waktu solat telah datang. Dikisahkan pula ketika asyik berbincang dengan Perdana Menteri Australia, tiba-tiba seorang Kolonel Australia menyela. Prajurit itu melapor dan mempersilahkan Pak Nas untuk menunaikan solat. Padahal ketika itu Pak Nas sudah menjamak solatnya.

Tidak salah kalau dalam buku Islam Di Mata Para Jenderal (Bandung: Mizan, 1997) Jenderal AH Nasution berkata, “Sebagai seorang Muslim kita diperintahkan untuk melaksanakan ajaran Islam di mana pun kita berada. Kita harus merasa yakin seyakin-yakinnya bahwa Islam adalah jalan untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki dunia maupun akhirat. Dalam menghadapi masalah, misalnya, kalau agama kita kuat maka semuanya bisa dibereskan.”

Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia!

.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain