Kiai Abdul Ghofur Maimoen tentang Pendidikan Spiritual Nabi saw

kiai-abdul-ghofur-maimoen-

Kiai Abdul Ghofur Maimoen mengatakan bahwa salah satu tugas Nabi Muhammad saw adalah untuk melakukan pendidikan spiritual.  Ada beberapa ayat Al Quran yang menyebutkan tentang tugas tersebut.  

“Ngaji-ngaji yang beliau (Nabi Muhammad) gelar di masjid atau di tempat lainnya tidak hanya sekadar kegiatan transfer ilmu, tapi juga berfungsi penguatan spiritual,” kata Gus Ghofur panggilan akrab Kiai Abdul Ghofur Maimoen. Ditambahkan oleh Kiai Abdul Ghofur Mamoen bahwa beberapa ayat Al Quran yang menyinggung tentang tugas pendidikan spiritual Nabi Muhammad saw. seperti QS Al-Baqarah ayat 129, Ali Imran ayat 164, dan Al-Jum’ah ayat 2.

“Sungguh, Allah benar-benar telah memberi karunia kepada orang-orang mukmin ketika (Dia) mengutus di tengah-tengah mereka seorang Rasul (Muhammad) dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab Suci (Al-Qur’an) dan hikmah. Sesungguhnya mereka sebelum itu benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” demikian pemaknaan Gus Ghofur terhadap surat Ali Imran ayat 164.

Gus Ghofur adalah putra kelima dari KH. Maimoen Zubair. Beliau adalah sosok kyai muda yang populer di kalangan masyarakat dan pegiat tafsir di Indonesia. Gus Ghofur menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Al Anwar (STAI) Sarang, Rembang sekaligus pengasuh Pesantren Al Anwar. Pendidikannya dimulai dari Madrasah Ghazaliyah Syafiiyyah Sarang, Rembang (pendidikan dasar hingga menengah) kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo (S1-S3) lulus dengan nilai Jayyid Jiddan atau Summa Cumlaude.

Selain mengajar di pondok, Kiai muda ini aktif mengisi seminar di berbagai acara mulai dari lingkungan pesantren, akademisi, dan kenegaraan, serta berbagai kegiatan pesantren lainnya. Beliau juga aktif menghadiri undangan seminar di kampus keagamaan dan umum seperti STAIN, IAIN, UIN, hingga  Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain itu juga menghadiri acara Internasional seperti di Maroko, Australia, Malaysia, dan Belanda mewakili Indonesia atau PBNU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain