Kekaguman Gus Baha pada Kitab Ar Risalah Karya Imam Syafi’i

gus baha

PITUTR ID. Kiai Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkapkan rasa kagum pada kitab ar Risalah. Menurutnya kitab karya Imam Syafi’I ini mampu membahas menjawab zaman


“Berkah kitab Ar-Risalah luar biasa, masyaallah. Akhirnya fiqih kita tidak fiqih harfiah dan yang bisa menjawab tantangan zaman,” kata Gus Baha saat menjadi pembicara kajian ilmiah di pesantren Ar Risalah, Lirboyo, Jawa Timur.

Menurut Gus Baha, kitab Ar-Risalah juga membentuk sudut pandang yang jernih terhadap sebuah masalah fikih. Kitab tersebut juga membuka kemungkinan rekayasa fikih untuk kemanfaatan lebih besar.

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menegaskan menambahkan bahwa Ar-Risalah adalah nama bukan nama sembarangan. Hal itu disebabkan bahwa kitab tersebut mencerminkan keilmuan yang mendalam.

Menurutnya Imam Syafi’i benar-benar menganalisis cara menggali hukum dari Al-Qur’an dan hadis. “Ar-Risalah memberikan sudut pandang yang kuat. Barakah kitab Ar-Risalah, yang miskin senang karena tidak ada hisab. Yang kaya juga senang karena memberikan manfaat kepada orang banyak,” kata Gus Baha.

“Ar-Risalah juga membentuk sudut pandang yang jernih terhadap sebuah masalah fikih. Kitab tersebut juga membuka kemungkinan rekayasa fikih untuk kemanfaatan lebih besar.”

Kitab Ar-Risalah adalah karya yang mendalam tentang pemikiran ushul fiqih Imam Syafi’i. Pemikiran ini terbentuk saat ia belajar ke Imam Hasan Assyaibani. kitab Ar-Risalah cukup tebal sekitar 700 halaman. Di sana ada kaidah-kaidah cara menganalisis Al-Qur’an dan hadis.

Banyak pesantren di Indonesia khususnya pesantren Nahdlatul Ulama memakai kitab ini sebagai bacaan dan kajian wajib. Hal itu dikarenakan kitab ini bisa menjadi bekal seorang santri dalam menggali hukum ketika kembali ke masyarakat. ***

Gus Baha dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang ada di Indonesia. Beliau berasal dari Rembang Jawa tengah dan salah satu murid dari ulama kharismatik, Kiai Maimun Zubair.


Beliau memiliki pengetahuan mendalam tentang al-Quran dan aktif dalam berbagai kajian tafsir. Saat ini beliau disamping sebagai pengasuh pesantren juga menjabat Ketua Lajnah Mushaf di Lembaga Tafsir Al-Quran Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain