Tuan Guru Zaenuddin, Ulama Pancor yang Masyhur

tuan guru zainuddin

Tuan Guru Zaenuddin Abdul Majid adalah ulama Pancor nan masyhur. Beliau adalah Pendiri Nahdlatul Wathan, sebuah organisasi keagamaan yang besar di wilayah Timur Indonesia. Kiprahnya yang luar biasa menjadikannya dianugerahi sebagai pahlawan nasional. Ulama kharismatik Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai tokoh agama yang sangat mengayomi umat dan tokoh pendidikan.

Tuan Guru Zaenuddin lahir di Bermi, Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 5 Agustus 1898. Zaenuddin merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ayahnya TGH. Abdul Madjid yang kesohor dengan julukan Guru Mu’minah, sedangkan ibunya bernama Halimah Sa’diyyah.

Beliau memulai belajar agama pada ayahnya sejak kecil. Pada usia 9 tahun belajar di Sekolah Rakyat. Setelah menamatkan pendidikan formalnya, kemudian belajar agama pada beberapa ulama setempat seperti TGH. Syarafuddin dan TGH. Muhammad Sa’id dari Pancor dan Tuan Guru Abdullah bin Amaq Dulaji.

Kota Mekkah menjadi rujukannya menuntut ilmu selanjutnya. Di tanah suci itu beliau menjadi santri Syaikh Marzuki, seorang ulama kelahiran Palembang. Kemudian Syaikh Muhammad Amin al-Quthbi dan Sayyid Muhsin Al-Palembani. Tuan Guru Zaenuddin juga tercatat pernah belajar di Madrasah al-Shaulatiyah yang sangat legendaris dan mendunia. Lulusannya menghasilkan ulama-ulama besar dunia.

Di madrasah tersebut prestasi akademiknya sangat istimewa. Beliau berhasil meraih peringkat pertama dan juara umum. Dengan kecerdasan yang luar biasa, TGKH. Muhammad Zainuddin berhasil menyelesaikan studi dalam waktu hanya 6 tahun, padahal normalnya adalah 9 tahun dan lulus dengan predikat “mumtaz” atau summa cumlaude.

Setelah selesai Tuan Guru Zainuddin kembali ke tanah air. Kegiatan dakwahnya ke berbagai lokasi di pulau Lombok membuatnya dikenal secara luas oleh masyarakat. Pada waktu itu masyarakat menyebutnya ‘Tuan Guru Bajang’. Pada tahun 1934 mendirikan pesantren al-Mujahidin sebagai tempat pemuda-pemuda Sasak mempelajari agama. Pada 15 Jumadil Akhir 1356 H/22 Agustus 1937 mendirikan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI)

Tuan guru Zaenuddin menorehkan sejarah fenomenal dalam bidang pendidikan. Beliau adalah orang pertama di NTB yang memperkenalkan penggunaan kursi dan meja dalam belajar agama. Sistem ini diterapkan di Madrasah Nahdlatul Wathan Diniah Islamiyah dan Madrasah Nadhlatul Banat Diniah Islamiyah.

Saat ini lembaga pendidikan yang bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Wathan antara lain Ma’had li al-Banat, Universitas Hamzanwadi, menjadi Rektor Universitas Hamzanwadi, mendirikan Fakultas Tarbiyah Universitas Hamzanwadi, STKIP Hamzanwadi, Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Hamzanwadi, Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Hamzanwadi, Sekolah Tinggi Ilamu Dakwah Hamzanwadi, Madrasah Aliyah Keagamaan putra-putri, dan Institut Agama Islam Hamzanwadi.

Tuan Guru Zainuddin Abdul Madjid dikenal sebagai ulama produktif. Karyanya tidak hanya kitab tetapi juga kumpulan doa, dan lagu-lagu perjuangan dalam bahasa Arab, Indonesia dan Sasak. Beberapa karyanya antara lain Risalah al-Tauhid, Sullam al-Hija Syarah Safinah al-Naja, Nahdlah al-Zainiah, At Tuhfah al-Amfenaniyah, Al Fawakih al-Nahdliyah, Mi’raj al-Shibyan ila Sama’i Ilm al-Bayan, Al-Nafahat ‘ala al-Taqrirah al-Saniyah, Nail al-Anfal, Hizib Nahdlatul Wathan, Hizib Nahdlatul Banat, Tariqat Hizib Nahdlatul Wathan, Shalawat Nahdlatain, Shalawat Nahdlatul Wathan, Shalawat Miftah Bab Rahmah Allah, Shalawat al-Mab’uts Rahmah li al-‘Alamin

Selain itu adalah Batu Ngompal, Anak Nunggal, Taqrirat Batu Ngompal, Wasiat Renungan Masa I dan II, Nasyid/Lagu Perjuangan, Ta’sis NWDI, Imamuna al-Syafi’i, Ya Fata Sasak, Ahlan bi Wafid al-Zairin, Tanawwar, Mars Nahdlatul Wathan, Bersatulah Haluan, Nahdlatain, Pacu Gama dan lain-lain. Ulama Pancor  ini wafat 21 Oktober 1997 dalam usia 99 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain