Kitab Mekanika Al Jarazi yang Inspiratif

al jarazi

Salah satu ilmuwan mekanik masyhur adalah Abdurahman Al-Jazari. Salah satu kitab mekanikanya sangat poluper hingga kini.

Karya monumnetalnya adalah al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal atau The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices yang dirampungkan pada 1198 Masehi. Lewatkitab ini Al Jazari memperkenalkan teori dan praktik mekanik serta mendokumentasikan sekitar 50 temuan yang dilengkapi rancangan gambar secara terperinci. Hingga kini para peneliti menganggap rangkaian instruksi yang ada di dalam kitab karyanya ini baik dari segi desain, manufaktur, hingga perakitannya sangat kaya akan informasi penting. Ini adalah bukti kreatifitas al-Jazari dalam ilmu mekanika.  

Bangsa Barat pun banyak yang memuji karya-karya Al-Jazari dan menggunakan temuannya dalam berbagai teknologi mekanika. Misalnya pembagian gir roda yang dipakai dalam jam astronomi milik Giovanni de Dondi, hingga idenya tentang robot semakin menyebar di Eropa.

Abdurahman Al Jarazi adalah ahlinya mekanik. Banyak karyanya seperti mesin penggilingan, jam air, pompa hidrolik dan mesin- mesin otomatis yang menggunakan air sebagai penggeraknya. konon Al-Jazari sebenarnya telah mengenalkan ilmu automatisasi.  Dalam kitab tersebut al jarazi menjelaskan tentang lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi tentang bagaimana cara merakitnya.

“Bangsa Barat pun banyak yang memuji karya-karya Al-Jazari dan menggunakan temuannya dalam berbagai teknologi mekanika. Misalnya pembagian gir roda yang dipakai dalam jam astronomi milik Giovanni de Dondi, hingga idenya tentang robot semakin menyebar di Eropa. “

Nama al-Jazari berasal dari tempat kelahirannya, al-Jazira saat ini berada dalam wilayah Turki. Ayahnya seorang insinyur di Istana Artuklu, dari Dinasti Artuqid memerintah wilayah Timur Anatolia.

Dalam Dictionary of Scientific Biography, seorang insinyur asal Inggris Donald Routledge Hill menuslia tentang sosok al-Jazari menggambarkan Aljazari sebagai insinyur praktis ketimbang penemu orisinal. “Ia “muncul sebagai orang yang tertarik pada pekerjaan tangan yang dibutuhkan untuk membangun perangkat dibanding berkutat secara teoritis atas teknologi seperti apa yang ada di dalamnya,”ungkap Hill.

Pada tahun 1174, al-Jazari bekerja sebagai ahli teknik untuk Dinasti Bani Artuq, penguasa Mesopotamia sat itu. Karena keahliannya sejumlah gelar prestisius melakat pada dirinya diantaranya gelar Rais al-A’mal. Gelar itu menunjukkan dirinya adalah pemimpin para insinyur pada masa itu. Adapun gelar lainnya adalah Badi al-Zaman dan al-Shaykh. Ini adalah wujud pengakuan sebagai ilmuwan tak tertandingi di masanya. (Dari berbagai sumber)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain