Liu Zhi, Wali dari Nanjing

makam liu zhi

Kitab Han adalah salah satu kitab tentang Islam dan konfusianisme. Kitab ini merupakan karya masterpiece seorang cendekiawan muslim China abad 17 bernama Liu Zhi.

Para ahli sejarah mengakui Liu Zhi sebagai salah satu cendekiawan Cina terbesar tentang Islam yang pemikirannya revolusioner.  Ia dengan fasih bisa menyatukan keindahan Islam dengan pemikiran-pemikiran mendalam dari Konfusianisme.

Menilik dari latar belakangnya, Liu Zhi lahir pada tahun 1660. Ia berasal dari keluarga muslim yang berlatar belakang madzhab Hanafi dan penganut tasawuf yang kuat. Hal ini didasari bahwa banyak Muslim Hui pada tahun 1600-an sangat dipengaruhi oleh tasawuf, terutama Tarekat Qadariyah,Tarekat Naqsyahbandiyah dan tarekat Kubrawiyah.

Sejak kecil Liu Zhi mendapat pendidikan agama dari madrasah milik ayahnya Pertama Liu Sanjie. Pada umur 12 belajar kitab suci Al Quran dengan Yuan Ruqi di Masjid Nanjing. Kemudian melanjutkan ke madrasah yang didirikan oleh Yuan Shengzhi yang dikenal sebagai murid Pembaharu pendidikan Muslim Cina bernama Hu Dengzhou. Sejak usia 15 tahun, Liu Zhi tenggelam dalam mempelajari Konfusianisme, Buddhisme, Taoisme, dan Islam.

“Setelah wafatnya, Liu diberi gelar wali, oleh kebanyakan orang Muslim Hui. Dia masih dimakamkan gerbang selatan Nanjing yang dikenal sebagai sebuah situs sejarah dan agama yang penting bagi umat Islam di seluruh China.

Sekitar usia 30 tahun, Liu disebutkan telah mempelajari kitab suci dan spiritualitas Islam pada tingkat yang lebih tinggi. Ia belajar agama selama 20 di Nanjing dan piawai berbahasa Arab dan menulis beberapa karya dan bukunya yang terkenal hingga tahun 1720-an. Tulisan-tulisannya menjadi bagian dari Kitab Han.

Kehidupan pribadinya memang jarang terkepos dalam buku sejarah. Namun diperkirakan Lizu Zhi wafat pada 1739 semasa Dinasti Qing. Setelah wafatnya, Liu diberi gelar wali, oleh kebanyakan orang Muslim Hui. Dia masih dimakamkan gerbang selatan Nanjing yang dikenal sebagai sebuah situs sejarah dan agama yang penting bagi umat Islam di seluruh China.

Karya-karya tulisnya yang paling terkenal, yang mengukuhkan Liu Zhi sebagai salah satu suara otoritatif terkemuka tentang Islam di Cina adalah Tianfang Xingli, Tianfang Dianli, dan Tianfang Zhisheng Shilu. Karyanya yang terakhir dianggap telah diterbitkan ulang sebanyak 25 kali antara tahun 1760 dan 1939.

Waallhu A’lam Bishowab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain