Mohammed Bin Abdulkarim Al-Issa Mendapatkan Penghargaan Hijra Award

Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL) Sheikh Dr. Mohammed Bin Abdulkarim Al-Issa mendapatkan penghargaan Hijra Award. Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada para cendekiawan Muslim di dunia yang diberikan oleh Departemen pembangunan Malaysia

DMohammed Bin Abdulkarim Al-Issa dianugerahi Penghargaan Hijra Award untuk sebagai sosok yang paling berpengaruh di seluruh dunia. Penghargaan itu didasari atas usahanya mengkampanyekan citra Islam yang sebenarnya, prinsip-prinsipnya, nilai-nilai luhur dan pesan kemanusiaan yang agung kepada dunia. Penghargaan itu juga sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam meningkatkan kerukunan antarumat beragama dan budaya, serta perannya dalam menyebarkan perdamaian dunia.

Pemberian Hijra Award digelar dalam dihadiri oleh Sultan Abdullah Bin Sultan Ahmed Shah, Raja Malaysia, dan Perdana Menteri Malaysia Mohieddin Yassin, beserta pejabat pemerintah dan perwakilan negara-negara Muslim dan non-Muslim di Negara Malaysia.

Penghargaan Hijra Award adalah penghargaan terpenting yang diberikan pada setiap awal tahun baru Islam oleh pemerintah Malaysia kepada tokoh-tokoh Islam di dunia internasional yang memainkan peran penting dalam pengabdian Islam dan kemanusiaan.

Mohammed Bin Abdulkarim Al-Issa lahir 9 Juni 1965 dan dikenal Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Presiden Organisasi Halal Islam Internasionaldan mantan Menteri Kehakiman . Ia dianggap orang yang getol memperkenalkan tentang Islam moderat serta tokoh kunci dalam perjuangan untuk memerangi ideologi ekstremis. [Para pemimpin agama dan pejabat pemerintah sama-sama memuji Al-Issa atas upayanya untuk mempromosikan moderasi, toleransi  dan perdamaian

Penghargaan Hijra Award ini diprakarsai oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia pada tahun 1987. Penghargaan diberikan kepada tokoh-tokoh Islam pada setiap hari pertama dari tahun Hijriyah sebagai pengakuan atas kontribusi mereka untuk melayani Islam.

Adapun pemenang Hijra Award sebelumnya antar lain, Syeikh Mohamed Idris Al-Marbouy dari Mesir, Haji Manawir Sadzali dari Indonesia, Wahba Al-Zuheili dari Suriah dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain