Nyai Badriyah Fayumi: Betapa Susahnya Keadilan bagi Korban Kekerasan

badriyah

Nyai Badriyah Fayumi merasa sedih melihat jumlah kekerasan seksual yang menimpa perempuan Indonesia. Jumlahnya sungguh mencengangkan. Untuk itu sangat setuju dengan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS). Menurutnya RUU tersebut tidak mengancam ketahanan keluarga.

“Siapa bilang UU Penghapusan Kekerasan Seksual itu mengancam ketahanan keluarga. Justru sebaliknya, UU PKS yang dirumuskan secara tepat, cepat, implementatif tanpa multitafsir dan solutif akan menjadi benteng keluarga agar anggotanya tidak menjadi korban, apalagi pelaku kekerasan seksual, terlebih menjadi pelaku dan korban sekaligus,” tegas Nyai Badriyah Fayumi

Nyai Badriyah Fayumi sudah mendengarkan banyak cerita mengenai kekerasan rumah tangga yang membuatnya merasa sedih. Belum adanya payung hukum untuk memberikan perlindungan membuat banyak korban mengalami depresi dan rasa frustrasi yang berat. Disebutkan bahwa data korban kekerasan seksual menembus 300 ribu. Jumlah sebanyak itu yang adalah mereka yang mengadu ke Komnas Perempuan tahun 2020.

“Belum adanya payung hukum untuk memberikan perlindungan membuat banyak korban mengalami depresi dan rasa frustrasi yang berat.”

Banyak keluarga yang anaknya menjadi korban kekerasan seksual. Apalagi pelakunya dari lingkungan terdekatnya. Belum adanya payung hukum yang memberikan perlindungan secara komprehensif banyak korban mengalami depresi dan frustasi.  Dari keterangan Wakil Menteri Hukum dan HAM, dari 3000-an kasus yang bisa diproses hukum kurang dari 150. “Betapa susahnya keadilan buat korban,” Nyai bariyah yang juga salah satu inisiator Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)

Menurut kenyataan tersebut tidak bisa didiamkan. Menurut Nyai Badriyah Fayumi, KUHP yang ada hanya bicara sanksi pidana. Begitu pula UU PKDRT, UU PTPPO, dan UU Perlindungan Anak masih perlu dilengkapi dengan UU-PKS yang mengatur secara lengkap penghapusan kekerasan seksual ini.  “Mulai pencegahan, pemidanaan, pendampingan, dan pemulihan korban dan keluarganya, rehabilitasi pelaku dan keluarganya, serta hukum acara yang spesifik, yang bisa menjamin korban mendapatkan keadilan dan pemulihan, juga keluarganya,” ungkap Nyai Badriyah yang juga pengasuh pesantren Mahasina Al Quran Hadis ini.

Nyai Badriyah adalah seorang mubalig dan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU). Sebelumnya dia pernah menjadi Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Beliau juga merupakan salah satu peneliti Puan Amal Hayati pimpinan Sinta Nuriyah isteri Gus Dur di Ciganjur Jakarta,

2 thoughts on “Nyai Badriyah Fayumi: Betapa Susahnya Keadilan bagi Korban Kekerasan”

  1. Pingback: Pencuri Kain Kafan Ulama Tafsir » Pitutur ID

  2. Pingback: Tips Mendidik Generasi Bermartabat dari Nyai Badriyah Fayumi » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain