Sri Mulyani: Gaya Hidup Islami Picu Tumbuhnya Industri Baru

sri mulyani

Sri Mulyani mengatakan bahwa gaya hidup Islami adalah peluang pasar yang baru. Hal ini menciptakan kesempatan muncul dan tumbuhnya industri yang bisa memenuhi referensi atau permintaan masyarakat.

“Adanya peningkatan selera masyarakat untuk melakukan gaya hidup Islam ini tentu menimbulkan suatu kesempatan yang luar biasa, yaitu tumbuhnya industri yang bisa memenuhi referensi atau permintaan dari masyarakat ini,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam acara Penandatanganan MoA Program Strategic Sharia Banking Management (SSBM) secara daring di Jakarta, Rabu.

Menurut Sri Mulyani gaya hidup bernilai Islam yang kini semakin marak di Indonesia menciptakan peluang pasar yang baru. Adapun peluang pasar yang baru tersebut bisa muncul mulai dari industri fesyen, makanan, minuman, industri jasa, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan.

Hal tersebut menjadi salah satu tolak ukur pentingnya membangun kemampuan industri, baik di sektor riil maupun sektor jasa yang menggambarkan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.  “Membangun kemampuan industri dengan memperbaiki sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan industrinya, tidak hanya hari ini namun ke depan,” tegas Sri Mulyani.

Selain itu Sri Mulyani menilai SDM industri syariah harus memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan kemampuan melihat kesempatan, sehingga bisa mengembangkan industri berbasis Islam atau halal entah berupa barang, makanan, fesyen, jasa, dan lainnya, maupun mengembangkan industri keuangan syariah. Namun di sisi lain, industri syariah juga harus bisa mengikuti jejak industri konvensional yang bisa lebih kompetitif dan tidak hanya bertahan di tengah pandemi COVID-19. “Jadi harus terus dipelajari dan dilihat apa yang membuat industri konvensional lebih bisa bersaing,” tutup Sri Mulyani.

Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia saat ini. Sri Mulyani adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan bergengsi tersebut diembannya mulai 1 Juni 2010. Namun Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Menteri Keuangan sejak 27 Juli 2016. Sebelumnya tercatat pernah menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan saat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain