Muadz bin Jabal Sahabat Paling Mengerti Halal Haram

Sahabat yang satu ini dikenal sebagai ahli fiqih, mujtahid, mujahid dan seorang mufti

seorang perawi hadis bernama Abu Idris al Kahulani berkisah tentang Muadz bin jabal. Ia menuturkan bahwa pada suatu ketika aku masuk masjid Damaskus, aku melihat seorang pemuda berkulit putih.  Wajahnya berseri-seri, giginya putih mengkilat dan kedua matanya tajam.

Pemuda itu dikerumuni oleh banyak orang. Bila diantara mereka berselisih pendapat tentang sesuatu, mereka tampak meminta penjelasan pemuda tersebut. Setelah diberi penjelasan mereka menerima pendapatnya. Lalu aku bertanya kepada mereka,” Siapakah gerangan pemuda itu?” Mereka menjawab,”Dia adalah Muadz bin Jabal.”

Muadz bin Jabal adalah salah satu sahabat utama Rasulullah. Usianya masih muda dengan kecerdasan yang luar biasa. Rasulullah pernah mengirimnya ke negeri Yaman untuk mengajar. Ketika akan berangkat Rasulullah SAW menghantarkannya dengan berjalan kaki, sedangkan Mu’adz berkendaraan, dan Nabi bersabda kepadanya,”Sungguh, aku mencintaimu“.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah berkata,” Wahai Muadz kemungkinan besar kamu tidak akan bertemu denganku lagi setelah dua tahun ini. Mungkin kamu nanti akan lewat masjid dan kuburanku.” Mendengar kata Rasulullah Muadz menangis sedih. Dan memang benar bahwa Muadz tidak lagi bertemu dengan Rasulullah. Nabi wafat ketika Muadz masih mengajar di Yaman.

Muadz Bin Jabal adalah salah satu sahabat Rasulullah yang cerdas. Dikenal sebagai sebagai ahli fiqih, mujtahid, mujahid dan seorang mufti. Tentang keilmuannya ini, sahabat Umar bin Khatab berkata,” Andaikan Muadz tidak ada aku bisa celaka.” Muadz seperti Umar bin Khatab adalah sahabat yang menjunjung tinggi fungsi akal dan berani mengeluarkan ijtihadnya.

Dalam suatu dialog disebutkan Rasulullah saw bertanya,” Wahai Muadz bagaimana atau dengan apakah kamu akan memecahkan persoalan agama?”

Muadz menjawab,” Aku akan merujuk kepada Kitab Allah.”

Kemudian Rasul SAW bertanya lagi,” Andaikan kamu tidak mendapat jawabannya dari Kitab Allah?”

Muadz kemudian menjawab,” Aku akan mencari jawabannya di Sunnah Rasul-Nya.”

Rasulullah bertanya lagi,” Andaikan kamu tidak menemukan jawaban dalam Sunnah Rasul-Nya?” Dengan tegas Muadz bin Jabal menjawab,” Aku akan berijtihad dengan pendapatku sendiri.”

Mendengar jawaban tersebut Rasulullah tampak cerah seraya berkata,” Segala Puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada utusan Rasuln-Nya.”

Muadz bin Jabal bernama panjang Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus al-Khazraji. Muadz adalah sahabat nabi yang berbai’at kepada Rasulullah sejak pertama kali. Sehingga ia termasuk orang yang pertama kali masuk Islam (as-Sabiqun al-Awwalun).

Muadz terkenal sebagai cendekiawan dengan wawasannya yang luas dan pemahaman yang mendalam dalam ilmu fiqh. Bahkan Rasulullah menyebutnya sebagai sahabat yang paling mengerti yang mana yang halal dan yang haram. Muadz juga merupakan duta besar Islam yang pertama kali yang dikirim Rasulullah.

 Muadz adalah salah satu sahabat yang diberi kepercayaan memberikan fatwa di masa Rasulullah selain Umar bin Khatab, Zaid bin Tsabit, Ali bin Abu Thalib dan Usman bin Affan.

Sahabat yang mendapatkan julukan adalah “Abu Abdurahman” .Ini dilahirkan di Madinah. Memeluk Islam ketika usianya 18 tahun. Fisiknya gagah, berkulit putih, berbadan tinggi, berambut pendek dan ikal, dan bergigi putih mengkilat.

Muadz termasuk dalam rombongan berjumlah sekitar 72 orang Madinah yang datang berbai’at kepada Rasulullah. Setelah itu ia kembali ke Madinah sebagai seorang pendakwah Islam di dalam masyarakat Madinah. Ia berhasil mengislamkan beberapa orang sahabat terkemuka misalnya Amru bin al-Jamuh. Rasulullah mempersaudarakannya dengan Ja’far bin Abi Thalib.

Mu’adz bin Jabal wafat tahun 18 H ketika terjadi wabah hebat di Urdun tempat ia mengajar sebagai utusan khalifah Umar bin Khattab, waktu itu usianya 33 tahun.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain