Kisah Anas bin Malik dan Dua Ekor Singa di Pundaknya

Anas Bin Malik

Ini kisah tentang doa Anas bin Malik

Suatu hari panglima Bani Umayyah bernama Al-Hajjaj bin Yusuf menyuruh anak buahnya bernama Abdullah bin Abban al Qufie untuk menangkap Imam Anas bin Malik seorang sahabat Rasulullah SAW.

Segeralah Abdullah al Qufie memacu kudanya mencari Imam Anas bin Malik. Dalam pikiran Abdullah sangat sulit mencari sahabat Rasulullah SAW ini. “Anas bin Malik pasti bersembunyi,” pikirnya. Namun yang dibayangkan seketika itu menjadi tidak terbukti. Terlihat Anas bin Malik ada di depan rumahnya sambil duduk menyelonjorkan kakinya.

“Penuhilah panggilan Amir!,” perintah Abdullah

“Amir siapa?,” jawab Anas

“Abu Muhammad al Hajjaj,” balas Abdullah.

 “Perintah ini tidak membuatku sedih dan au tidak peduli. Allah SWT telah menghinakannya dan aku yakin tidak ada orang lain yang lebih hina dari dia. Karena kemuliaan seseorang itu disebabkan taat kepada Allah dan kehinaan disebabkan karena maksiat kepada Allah. Dan temanmu itu adalah seorang yang durhaka dan aniaya dan melampaui batas serta menentang Kitabullah dan Sunah Rasul Nya. Demi Allah niscaya akan menerima balasan atas kejahatannya,” jawab Anas bin Malik.

Mendengar jawaban tersebut, Abdullah menghardik,”Persingkat ucapanmu dan segeralah menghadap Amr!”

Kemudian Anas bin Malik bangkit dan menghadap kepada Hajjaj. Setelah ketemu Hajjaj bertanya kepada Anas bin Malik,” Apakah engkau yang bernama Anas bin Malik.”

“Benar,” jawab Anas.

Kemudian Hajjaj bertanya lagi dengan penuh selidik,” Apakah engkau yang biasa menyumpahi dan mencela kami.”

“Ya benar,” ujar Anas tanpa rasa takut sedikitpun.

“Atas dasar apa ucapanmu itu?,” tanya Hajjaj.

“Karena engkau selama ini telah melakukan maksiat kepada Allah Taala dan menentang Sunah Nabi. Bahkan engkau memuliakan musuh-musuh Allah dan menghina para wali Allah,” jawab Anas tegas.  

Setelah mendengar penuturan Anas bin Malik kemudian al Hajjaj berkata,” Tahukah kamu bahwa apa yang akan aku lakukan terhadapmu?.”

“Tentu aku tidak tahu tentang apa yang akan engkau lakukan terhadap diriku,” jawab Anas.

“Aku akan membunuhmu dengan kejam,” gertak Hajjaj.

 Kata-kata Hajjaj tidak membuat Anas bin Malik nyalinya menjadi ciut. Ia nampak tenang dan kemudian berkata,” Seandainya aku tahu bahwa kematian itu ada dalam kuasamu maka niscaya aku akan menyembahmu dari selain Allah.”

“ Lho kenapa begitu?,” tanya Hajjaj penasaran.

“Karena Rasulullah SAW mengajari aku sebuah doa. Beliau bersabda: “Barangsiapa memohon kepada Allah Taa’la doa ini di pagi hari, maka tidak ada seorangpun yang menghalangi jalannya. Dan tadi pagi aku telah membaca oa tersebut,” ungkap Anas

Hajjaj menjadi penasaran dan kemudian merajuk,” Ajarilah aku doa itu.”

Anas kemudian menjawab,” Aku berlindung kepada Allah untuk mengajarkan doa tersebut kepada seseorang selama hidup.”

Mendengar jawaban itu, pikiran Hajjaj berubah. “Bebaskan dia,” katanya lantang. Lantas seorang pengawal kaget dan berkata,” Wahai Amir, kami sangat lama bisa menangkap Anas bin Malik. Kenapa setelah tertangkap justru engkau mau membebaskannya?’”      

Dengan murka Hajjaj berkata,” Aku telah melihat dua ekor singa besar diatas pundaknya dan sedang membuka mulutnya siap menerkamku.”   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

wudhu

Sejarah Singkat Wudhu

Wudhu adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam saat akan melaksanakan salat. Namun ternyata wudhu bukanlah ibadah yang dikhususkan untuk umat Islam. Umat nabi-nabi terdahulu juga