Kesederhanaan Sahabat Nabi SAW yang Paling Terpercaya

Suatu hari sahabat Nabi SAW, Khalifah Umar bin Khatab mengunjungi Syiria. Sesampainya di tujuan, beliau langsung bertanya kepada para penyambutnya.

”Dimana saudaraku?” kata Khalifah Umar.

“Siapa yang Anda maksudkan wahai Amirul Mukminin,” kata penyambutnya.

“Abu Ubaidah bin Jarah,” jawab Khalifah.

Maka kemudian datanglah Abu Ubaidah bin Jarrah. Mereka kemudian berbincang-bincang sejenak. Lalu Abu Ubaidah mengajak Khalifah Umar pergi ke rumahnya.

Saat di rumah Abu Ubaidah salah satu sahabat Nabi SAW, Khalifah Umar tampak tertegun. Di rumah sahabat dekatnya ini tidak ada perabotan rumah. Di dalamnya hanya sebuah pedang, perisai dan pelana kuda.

Melihat keadaan ini membuat Khalifah Umar kagum dan berkata,” Mengapa engkau tidak melengkapi rumahmu dengan perabotan seperti yang kebanyakan orang lakukan?”

“Wahai Amirul Mukminin mempunyai sebuah ruangan untuk tidur sudah cukup bagiku,” jawab Abu Ubaidah.

Itulah kepribadian Abu Ubaidah bin Jarah salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga Rasulullah SAW. Keberadaannya di Syiria Abu Ubaidah adalah seorang panglima.

Saking sederhananya banyak yang menyangka bahwa dirinya adalah prajurit biasa. Hal itu membuat warga Syiria menjadi kagum dan terpesona atas pribadinya.

Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah Muhajirin sahabat Nabi SAW dari kaum Quraisy Mekah yang termasuk paling awal untuk memeluk agama Islam. Beliau ikut berhijrah ke Habasyah dan kemudian ke hijrah ke Madinah.

Sahabat dekat Rasulullah ini juga mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam. Disebutkan bahwa setelah wafatnya Rasulullah SAW, sosok Abu Ubadiah merupakan salah satu calon menjadi amirul mukminin bersama dengan Abu Bakar dan Umar bin Khatab.

Nabi SAW sendiri memuji pribadi Abu Ubaidah ini. Disebutkan pada suatu hari datang utusan dari Najran yang tiba dari Yaman. Mereka telah memeluk Islam dan meminta Rasulullah SAW untuk mengirimkan seseorang yang mampu mengerjakan Islam, Al Quran dan sunah.

Lalu Rasulullah SAW berkata kepada utusan Najran itu.” Saya akan mengirim kepadamu orang yang terpercaya dan sangat terpercaya,” kata Rasulullah SAW.

Para sahabat Nabi SAW yang mendengar pujian Rasulullah SAW itu berharap dirinya yang terpilih. Namun pilihan Rasulullah SAW jatuh pada Ubaidah bin Jarah.  

Tentang peristiwa ini Sayyidina Umar berkisah,” Saya tidak pernah mengharapkan menjadi pimpinan sepanjang hidupku kecuali pada hari itu. Saya berharap orang yang dimaksud Rasulullah SAW adalah saya.

Maka aku segera pergi untuk solat dzuhur bersama Rasulullah SAW. Setelah selesai memimpin solat, beliau mengucapkan salam kanan kiri. Maka aku mengulurkan badan agar terlihat Rasulullah SAW. Tetapi beliau melihat sekeliling dan tamak Abu Ubaidah bin Jarah.

Rasulullah SAW kemudian memerintahkan kepadanya,”Pergilah bersama mereka dan selesaikan apabila terjadi perselisihan diantara mereka.” Maka kemudian Abu Ubaidah berangkat bersama mereka.”    

Pada masa Abu Bakar sebagai Khalifah, Abu Ubadiah ditunjuk untuk menjadi panglima perang memimpin pasukan muslimin melawan kekaisaran Romawi. Beliau wafat disebabkan oleh wabah penyakit dan dimakamkan di Deir Alla, Yordania.

“Sesungguhnya setiap umat memiliki amin (orang yang paling amanah/kepercayaan), dan amin umat ini adalah Abu Ubaidah,” sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

2 thoughts on “Kesederhanaan Sahabat Nabi SAW yang Paling Terpercaya”

  1. Pingback: Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi • Pitutur ID

  2. Pingback: Syekh Ibrahim Matlubi Memanggil Jenazah » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain