Sahabat Rasul yang Wajahnya Diusap Malaikat

Sahabat Rasul

Jarir, sahabat rasul yang wajahnya di usap malaikat ini memiliki nama lengkap Jarir bin Abdullah, yang wajahnya diusap malaikat. Selain itu Jarir dikenal sebagai orang yang lihai dalam berperang.

Sahabat bernama lengkap Jarir bin Abdullah al Bajali termasuk kalangan sahabat yang menerapkan Islam pada masa-masa akhir, apalagi setelah terjadi Fatkhul Makkah.

Jarir bin Abdullah masuk Islam dimulai saat melakukan perjalanan dari Yaman menuju ke Madinah. Jari melakukan perjalanan dengan menaiki unta dan membawa beberapa barang. Kepergiannya ke Madinah dengan niat menemui Rasulullah SAW. Jarir pada saat itu belum beragama Islam.

Ketika sudah sampai di Madinah, ia berhenti dan kemudian berpakaian pakaian yang rapi dan pergi menuju masjid. Sesampainya di depan masjid, Jarir mendapati Rasulullah SAW sedang berkhotbah. Memasuki masjid Jarir nampak terkejut dan heran. Orang-orang yang ada di dalamnya menatapnya dengan sangat tajam.

Jarir bertanya-tanya dalam hatinya,”Apakah yang sebenarnya terjadi?” kemudian ia duduk dan bertanya kepada salah seorang yang hadir, “Apakah Rasulullah saw. menyebut sesuatu terkait denganku?”

Sahabat Rasul itu berkata: “Ya, beliau menyebut engkau dengan sebutan yang paling baik. Tadi, saat Rasulullah SAW sedang berkhotbah, tiba-tiba beliau termenung seperti mendapat ilham. Kemudian beliau bersabda “Ya, Nabi SAW menceritakan tentang kebaikanmu”.

Beliau bersabda, “Akan datang kepada kalian dari jalan ini orang terbaik dari Yaman, ketahuilah bahwa di wajahnya ada usapan malaikat sehingga begitu tampan.” Kemudian tiba-tiba masuklah engkau dari pintu ini.”

Mendengar jawaban itu Jarir tidak menyangka Rasulullah akan berkata seperti itu. Setelah selesai Jarir sahabat Rasulullah SAW di rumahnya. Ketika Jarir masuk, Rasulullah SAW tampak membentangkan sejenis bantal atau permadani untuk Jarir.

Lalu Rasulullah SAW duduk di lantai. Kemudian Rasulullah bersabda “Aku bersaksi bahwasanya engkau tidak akan berlaku sombong dan membuat kerusakan di muka bumi.”

Maka Jarir pun kemudian pindah tangan nabi dan bersyahadat.

Setelah itu Rasulullah SAW memberikan nasihat “Wahai Jarir apabila datang kepadamu seorang mulia dari suatu kaum, maka muliakanlah dia”. (Dari berbagai sumber)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain