Doa Sufi Gila

Sa’dun adalah sufi ‘gila’ yang cerdik lagi bijak. Ia memiliki akhlak yang baik serta berkata santun. Tak hanya itu dia juga dikenal sebagai penyair yang ulung. Sufi ‘gila’ menjadi rujukan banyak tokoh sufi. .


Dikisahkan oleh Atha’ as Salmi pada suatu masa kota Basrah mengalami kekeringan yang sangat panjang. Hujan tidak turun sama sekali, sehingga penduduknya sepakat untuk melakukan sholat istisqo’.


Atha’ kemudian hendak pergi untuk ikut sholat. Di tengah jalan tiba-tiba dirinya bertemu dengan Sa’dun. “Mau ke mana engkau?” tanya Sa’dun.

“ Kami akan melakukan sholat istisqo untuk meminta hujan,”jawab Atha’

“Dengan hati samawi atau hati hampa,” tanya Sa’dun lagi.

“ Dengan hati Sanwani,”jawab Atha’


Kemudian Sa’dun berbicara lagi sambil memberikan saran,” Janganlah kalian sombong dan bagi kaum wanita jangan berhias. Sesungguhnya Dzat yang Maha Waskita sangat mengetahui.”

Mendengar hal itu, Atha’ berkata,” Tidak ada lagi yang kuceritakan kepadamu kecuali mohonkan untuk kami.”

Setelah itu terlihat Sa’dun mengangkat kepalanya ke langit dan kemudian berdoa,”Aku bersumpah atas nama Mu, turunkanlah hujan untuk kami.”
Lalu kemudian Sa’dun melanjutkan dengan sebuah syair :

Wahai Tuhan yang selalu mengabulkan kala diminta.
Wahai Tuhan yang dengan Keagungannya menciptakan awan
Wahai yang Berbicara dengan hamba yang benar, Musa, kemudian mengilhami kepadanya kebenaran
Wahai Tuhan yang mengembalikan Yusuf…
setelah penderitaan…
Wahai Tuhan yang mengkhususkan Ahmad sebagai pilihan
Dan memberi risalah, serta kitab suci,
Hujanilah kami

Tidak lama kemudian hujan turun dari langit dengan deras. Melihat hal itu Atha’ kemudian berkata,” Tambahkanlah wahai Sa’dun.”

“ Porsi ini sudah diturunkan dengan ukuran dan kebijaksanaan Nya,” jawab Sa’dun.

Sufi ‘gila’ ini termasuk salah satu dari orang-orang aneh dan unik yang ada dalam sejarah Islam. Menurut Ibnu Al Jauzi, Sa’dun gemar mengembara ke berbagai wilayah.

Ia juga bertemu dengan sufi-sufi besar lainnya seperti Dzun Nun al Misri, Malik bin Dinar hingga Harun Al Rasyid. Sa’dun wafat pada tahun 190 H dengan meninggalkan banyak kisah hikmahnya.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang