Cerita Bisyr Berjalan diatas Sungai

Ini cerita Bisyr berjalan di atas sungai. Disebutkan bahwa sufi ini sedang ditunggu oleh Makruf al Kharqi di sebuah masjid. Letaknya di tepian sungai Tigris, wilayah Irak. Makruf tidak hanya sendirian, tetapi ditemani oleh Ahmad bin Hanbal.

“ Tunggulah Bisr ketika selesai kita berdoa,”kata Makruf.

Mereka masih menunggu walau sholat zuhur telah selesai. Waktu pun berlalu hingga malam menjelang. Bisyr tidak muncul juga. Akhirnya waktu isya datang. Namun orang yang ditunggu tidak datang jua. Namun Makruf masih tetap menunggu hingga malam hari. Ia tidak mengantuk dan setia menunggu temannya itu.

Saat tengah malam, Makruf pergi ke arah pintu masjid. Dibukanya pintu masjid. Sufi masyhur ini melihat Bisyr datang dengan mengampit sajadah di tangannya dan berjalan di atas sungai Tigris. Bisr berjalan di atas air seperti berjalan di atas tanah.

Setelah bertemu Bisyr dan makruf bercakap-cakap. Mereka berdua tampak akrab dan berbincang hingga datangnya waktu subuh. Setelah selesai sholat subuh, Bisr pun pamit. Seperti saat kedatangannya, Bisyr pulang dengan berjalan diatas sungai.   

Saat Bisr berjalan di atas sungai, Imam Hanbal melihat. Beliau langsung mengejarnya. Lalu Imam Ahmad mencium kaki Bisyr sambil berkata,” Wahai Bisyr, doakanlah diriku.” Maka Bisyr kemudian mendoakan Imam Hanbal. Bisyr kemudian memohon Imam Ahmad bin hamba tidak menceritakan kepada siapa pun kejadian ini. Imam Ahmad memegang janji tersebut selagi Bisyr masih hidup

Bisyr al Khafi adalah salah satu sufi besar. Beliau bernama lengkap Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi. Sufi ini lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. Setelah taubat dengan meninggalkan hidup berfoya-foya, Bisr mempelajari Hadits di Bagdad. Bisyr meninggal di kota Bagdad tahun 227 H/841 M.

Diantara pendapatnya adalah jika seseorang ingin berjalan menjadi orang sufi maka harus melalui ilmu dan amal. Sebab ilmu dan amal itu akan memancarkan cahaya makrifat. Dari cahaya makrifat ini  akan memunculkan cahaya kehidupan sufistik.  Cerita Bisyr ini disadur dari Kisah Perjalanan Hidup Bara Tokoh sufi Terkemuka karya Ustadz labib MZ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain