Karomah Syekh Abdul Wahab Asy Sya’rani

abdul wahab

Ini kisah tentang karomah Syekh Abdul Wahab asy Sya’rani seorang ulama tasawuf dengan banyak karya. Diceritakan terjadi kesalahpahaman antara Syekh Abdul Wahab as Sya’rani dengan Syekh Nasiruddin al-Laqqani. Ada seorang yang mengadu domba kedua ulama tersebut. Dikatakan oleh orang yang telahud kepada Syekh Abdul Wahab bahwa dalam majelis pengajiannya bercampur antara laki-laki dan perempuan.


Ketika Syekh Abdul Wahab tahu bahwa temannya tadi ‘termakan’ oleh berita bohong itu beliau mendatanginya. Kemudian beliau berkunjung ke rumah syekh Nasir selain untuk bersilaturahmi juga untuk meminjam kitab yang berjudul Al-Mudawwanah.

Saat bertemu, Syekh Nasir menyindirnya dan mengatakan, “Aku harap engkau tidak melakukan pelanggaran lagi, dan engkau kembali pada syariat yang benar ”.

“Insya Allah itu akan terjadi,” jawab Syekh Abdul Wahab.

Setelah itu syekh Nasir menyuruh santrinya untuk mengeluarkan kitab Al- Mudawwanah dari lemari dan mengantarkannya ke rumah Al-Sya’roni. Namun ketika santri itu mohon diri untuk pulang, Syekh Abdul Wahab mencegahnya. Ia berharap si santri bisa menginap sehari di rumahnya. Maka santri itu menerimanya.


Kedua orang itu kemudian bercengkerama dan berbincang hingga larut malam. Setelah sepertiga malam, Syekh Abdul Wahab masuk ke kamarnya untuk khalwatnya. Kira-kira seperempat jam, beliau keluar untuk membangunkan pembantu syekh Nasir untuk sholat tahajud.

Lalu keduanya beribadah bersama hingga menjelang subuh. Ritual ibadah itu tidak berhenti sampai matahari terbit. Menginjak matahari setinggi tombak, Syekh Abdul Wahab mengajaknya santri itu untuk makan pagi bersama. Setelah selesai beliau berkata,” “Tolong kembalikan kitab al-Mudawwanah ini pada Syekh Nasir dan sampaikan rasa terima kasih saya.”

Santri itu heran dan bertanya-tanya dalam hanya. Mengapa Syekh Abdul Wahab meminjam kitab hanya satu malam saja dan apa maksudnya? ”
Santri itu pun pulang dan bertemu dengan gurunya. Ia mengembalikan kitab yang dipinjam Syekh Abdul Wahab kepada gurunya itu. Tak disangka apa yang diperbuat syekh Abdul Wahab membuat Syekh Nasir tambah murka. Di tengah rasa marah itu, tiba-tiba datang seseorang yang menanyakan tentang suatu masalah yang mengharuskannya membaca kitab Al-Mudawwanah.

Ketika membukanya betapa kaget Syekh Nasir. Dalam lembar demi lembar kitab yang dipinjamkannya itu terdapat catatan-catatan tangan Syekh Abdul Wahab. Syekh anasir menjadi heran dan bertanya kepada santrinya itu.

“Apa yang dilakukan Al-Sya’rani dengan kitab ini ?” tanya Syekh Nasir.

“Demi Allah… Syekh Abdul Wahab tidak berpisah dariku kecuali hanya dua puluh menit, beliau tidak meninggalkan wiridan dan tahajudnya,” jawab santri,

Mendengar keterangan muridnya itu, Syekh Nasir lalu bergegas menghadap Syekh Abdul Wahab tanpa memakai alas kaki dan tutup kepala. Ketika bertemu Syekh Nasir berkata “Sekarang aku bertaubat. Aku tidak akan berani lancang pada golongan ahli tasawwuf”.

“Maukah tuan aku tunjukkan kitab ringkasan kitab Al-Mudawwanah, yang aku lakukan malam itu ? kalau memang ada yang menerimanya itu semata-mata anugerah Allah, dan barokah izin Nabi SAW. Kalau tidak ada yang menerimanya maka aku akan menghapusnya dengan air”.


Inilah salah satu karomah Syekh Abdul Wahab Asy Sya’rani . Ulama sufi ini juga dikenal dengan karya-karya kitabnya yang monumental. Wallahu A’lam bi Showab.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang