Abu Ayyub Al Anshori dan Hidangannya yang Nikmat

kurma muda

Abu Ayyub Al Anshori adalah seorang sahabat Rasulullah SAW yang dikenal salah satu sahabat yang istimewa. Di antara kemuliaannya adalah Nabi Muhammad SAW pernah tinggal di rumahnya selama kurang lebih tujuh bulan ketika datang hijrah dari Mekkah ke Madinah.


Ini kisah tentang suguhan Abu Ayyub yang nikmat. Pada suatu siang, kota Madinah cuacanya sangat terik. Panasnya menyengat..Jalanan sepi seakan tidak ada yang bergerak. Terlihat ada seorang laki-laki terlihat berjalan terhuyung menuju masjid. TAklama kemudian dibelakangnya ada seorang lelaki menyusul. Ternyata keduanya adalah sahabat setia Rasulullah saw, Abu Bakar dan Umar bin Khatab. “Apa yang menyebabkan keluar rumah di tengah terik matahari, wahai Abu Bakar,” tanya Umar bin Khatab.
Abu Bakar menjawab,” Aku keluar karena desakan rasa lapar.”


Umar kemudian berkata lagi ,” Demi Allah, sama sepertiku aku juga terasa lapar.”


Kedua sahabat dekat Rasul SAW kemudian sampai di masjid. Mereka lantas duduk sambil melepaskan rasa lelah. Tidak seberapa lama, datanglah Rasulullah saw. “Mengapa kalian keluar pada jam seperti ini,” tanya Rasulullah.


Salah satu sahabat menjawab,” Rasa lapar yang mendorong kami keluar rumah.”

Lalu Rasulullah berkata, ”Demi Allah yang diriku dalam kekuasan-Nya, aku keluar rumah karena didorong rasa lapar. Mari kita pergi kerumah Abu Ayub Al Anshori.”
Ketiganya bergegas ke rumah Abu Ayub Al Anshori. Sesampainya pada rumah yang dituju, istri Abu Ayub menyambut dan mengucapkan,”Marhaban bi Nabiyaallah wa bi man ma’ah ( Selamat datang Nabiyullah dan selamat datang pula orang yang menyertainya).
Rasulullah kemudian bertanya,” Kemanakah Abu Ayub.”

Mendengar pertanyaan tersebut, istri Abu Ayub berkata,” Ia baru keluar dan sebentar lagi juga datang ya Rasulullah.”

Benar juga , tidak lama kemudian Abu Ayub datang. Betapa gembiranya Abu Ayyub al Anshori karena mendapati kunjungan tamu-tamu istimewa. Segerahlah ia memotong satu tangkai kurma. Namun Nabi kemudian menegurnya,”Mengapa kamu memotong satu tangkai padahal yang mau diambil hanya buahnya?”

Abu Ayub menjawab,”Saya ingin sekali engkau makan kurma baik yang masih muda maupun yang matang.”

Perjamuan dilanjutkan dengan menyantap menu masakan daging kambing. Rasulullah dan dua sahabatnya itu menyantapnya.
Lalu bersabdalah Rasululllah SAW,” Roti, daging, kurma matang, kurma muda.” Nabi menyebut hidangan yang ada dihadapannya satu per satu, sementara air matanya mengenang di pelupuk matanya. Dan berkata lagi,” Demi Allah inilah nikmat yang akan dimintakan pertanggungjawaban Allah nanti pada hari kiamat.” Lalu Rasul kemudian membaca ayat ke 8 dari surat at Takatsur,” Kemudian kamu akan ditanya pada hari kiamat tentang kenikmatan yang kamu peroleh di dunia ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain