Perempuan ‘Gila’ Berjubah Bulu

perempuan sufi

Suatu hari Dzun Nun al Misri, seorang sufi besar dari Mesir sedang berada di kota Antakiah. Tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang perempuan berjubah bulu. Perempuan itu agak eksentrik bahkan dikatakan ‘gila’.


Tidak dinyana, perempuan berjubah bulu itu bertanya kepada Dzun Nun. “Bukan engkau bernama Dzun Nun,” katanya yang membuat si empunya nama kaget.

“ Ya benar aku Dzun Nun. Bagaimana engkau mengenaliku,” tanya Dzun Nun.


“ Cinta jualah yang membukakan hatimu dan hatiku. Sehingga aku mengenalmu,” jawabnya.

Setelah itu perempuan berjubah bulu du mendongakkan wajahnya ke langit. Lalu ia berkata,” sungguh para kekasih Allah sangat rindu kepada Nya. Hati mereka saling terkait dengan kegembiraan. Lalu melihat kepada Nya dengan pengetahuan hati.”


Setelah itu perempuan tersebut mengajukan pertanyaan lagi ke Dzun Nun.” Apakah dermawan itu?”

“ Memberikan sesuatu,” jawab Dzun Nun.


“ Itu hanyalah kedermawanan duniawi, apakah kedermawanan dalam agama?”

Dzun Nun kemudian menjawab,” Bersegera dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.”


Ia bertanya lagi,” Bila bersegera melakukan ketaatan dengan cepat, apakah engkau mengharapkan sesuatu darinya wahai Dzun Nun?”

“ Ya aku berharap satu amal dibalas sepuluh,” jawab Dzun Nun.


“ Jangan begitu wahai pemalas. Hal seperti itu jelek dalam agama. Sesungguhnya bersegera dalam menjalankan kebaikan hanyalah jika hatimu bersih dan tidak mengharapkan sesuatu sebagai imbalan dari perbuatanmu,” katanya.


Kemudian perempuan berjubah bulu itu melanjutkan wejangannya,” Sesungguhnya aku ingin bersumpah pada Nya sejak dua puluh tahun lalu untuk mencapai keinginan mendapatkan balasan dari amal. Lalu aku malu pada Nya, karena aku takut menjadi seperti buruh rendahan yang bekerja hanya demi upah semata. Tidak! Aku tidak demikian karena aku beramal tiada lain untuk mengangungkan kewibawaan Nya.”


Jawaban tersebut membuat Dzun Nun termenung. Apa yang dikatakan oleh perempuan berjubah bulu itu ada benarnya. Setelah itu benar-benar mendapatkan pencerahan tentang berbuat baik dari perempuan yang sering dianggap ‘gila’ itu. Ada banyak pelajaran dari yang ia pertanyakan dan diucapkan olehnya. Kisah ini diambil dari buku Uqala al Majanin karya Abu Qasim An Naisaburi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

wudhu

Sejarah Singkat Wudhu

Wudhu adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam saat akan melaksanakan salat. Namun ternyata wudhu bukanlah ibadah yang dikhususkan untuk umat Islam. Umat nabi-nabi terdahulu juga