Surat An Naba yang Menyentuh

surat an naba

Ibnu Muqaffa dikenal intelektual dan orang tanpa tanding dalam berdebat. Pendapatnya selalu berlawanan dengan Al Quran. Sebagai intelektual di zamannya, ia termasuk memasukkan pemikirannya yang anti Al Quran dalam karya-karyanya. Namun surat An Naba membuatnya mendapatkan hidayah.


Dikisahkan pada suatu hari ia berjalan di sudut kota Bagdad. Tiba-tiba ia mendengar seorang anak kecil melantunkan ayat dengan suara yang merdu dan indah. Lantunan ayat tersebut membuat Ibnu Muqaffa terpesona. Anak tersebut melantunkan ayat dari surat An Naba 5-11 yang terjemahannya sebagai berikut,” ….sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui. Bukanlah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak dan Kami jadikan kamu berpasang-pasang, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.”

Ayat tadi benar-benar memikat Ibnu Mufaqqa. Ia tetap duduk hingga anak tersebut menyelesaikan bacaannya. Ada perasaan aneh ketika mendengarkan ayat itu. Ia merasa mendapatkan sesuatu yang menyentuh lubuk hatinya yang paling dalam. “ Tidak diragukan lagi bahwa kalimat-kalimat tersebut sangat tinggi da pasti bukan ciptaan akal dangkal manusia,” gumamnya dalam hati.


Setelah itu Ibnu Muqaffa kemudian meneguhkan hatinya untuk menemui Isa bi Ali, paman Khalifah al Mansur. Setelah bertemu ia berkata, ”Cahaya Islam telah menerangi hatiku. Aku ingin memeluk Islam di hadapanmu.”

Kata-kata itu membuat Isa bin Ali heran dan kemudian berkata,” Bukankah selama hidupmu engkau selalu menentang dan melawan Al Quran?”


Ibnu Muqaffa kemudian menceritakan kejadian yang merubah pikirannya.
“ Baiklah kalau begitu. Maka lebih afdzol kalau sengau ikrarkan pernyataan engkau memeluk Islam di hadapan majelis resmi besok,” kata Isa bin Ali.


Maka pada pagi harinya Ibnu Mufaqqa mengacapkan dua kalimat syahadat. Ia kemudian berganti nama menjadi Abdullah dan mendapatkan julukan Abu Muhammad. Setelah berkenalan dengan ajaran-ajaran Islam secara mendalam, Ibnu Mufaqqa dikenal sebagai salah satu intelektual dan pengkritik paling tajam Khalifah al Mansur. Hingga akhirnya ia dihukum mati oleh Khalifah dengan tuduhan sebagai orang zindiq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang