Kisah Sakit Deman dan Awal Pertobatan

tobat

Tobat adalah salah satu jalan yang harus ditempuh pada seorang sufi. Maka tak salah kalau banyak cerita-cerita hikmah yang menyangkut pertobatan ini. Ada beberapa kisah awal pertobatan yang unik, semisal ketika seorang sufi mula bertobat mendapatkan gangguan seperti penyakit demam.

Di antara kisah tiba dan penyakit demam adalah kisah yang datang dari Abu Amr bin Najad. Ia bercerita tentang awal ke sufiannya. Mulanya ketika mengikuti pengajian yang diadakan oleh Abu Usman. Nasihat-nasihat yang diterimanya sangat membekas di hati Abu Amr. Namun ia kedapatan cobaan penyakit demam, sehingga ia tidak lagi mengaji di majelis Abu Usman.

Bahkan setiap melihat Abu Usman, ia menyingkir. Sehingga pada suatu hari Abu Usman mengejar Abu Amr dan berkata,”Wahai anakku, kamu tidak dapat mengawani orang yang mencintaimu kecuali terpelihara. Sesungguhnya yang dapat memberimu manfaat dalam keadaan demikian adalah Abu Usman.” Abu Amr terperangah mendengar perkataan Abu Usman itu. Ia pun kemudian kembali berjalan pada kehendak semula yaitu bertobat.  

Cerita yang asa juga datang dari Abu Ali Al Daqaq. Beliau pernah berkisah,”Ada seorang murid yang bertobat, kemudian ia menderita penyakit demam. Suatu hari ia mencoba berfikir untuk berhenti bertobat. Jika bertobat maka apa hikmahnya? Begitu pikirnya. Namun tiba-tiba ada suara gaib yang menasehatnya,’ Hai Fulan jika kamu taat kepadaku maka aku pasti menghargaimu. Kemudian kamu meninggalkanku yang membuatku tidak mengurusimu, dan jika kamu kembali lagi kepadaku, maka aku pasti menerimamu lagi.’ Lalu pemuda itu kembali bertobat dan berhasil melaluinya dengan baik.”

Bagi orang sup tobat adalah awal pendakian dan maqom pertama. Menurut para ulama ahli sunah agar tobat diterima haruslah memenuhi tiga syarat utama yaitu menyesali atas pelanggaran-pelanggaran yang telah dibuatnya, meninggalkan jalan kesesatan saat melakukan tobat, dan berketetapan hati untuk tidak mengulangi pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Inlah beberapa kisah awal pertobatan para sufi yang bisa diambil hikmahnya. Mereka terus tekun untuk selalu bertobat sehingga semakin mendaki dalam perjalanan spiritualnya. Wallahu A’lam bi Showab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

nyadran

Tradisi Menyambut Ramadhan

Di Indonesia menjelang Ramadhan mempunyai banyak tradisi. Sebagai penduduk Islam yang banyak, bulan suci ini sangatlah di tunggu-tunggu. Tradisi menyambut Ramadhan bahan menjadi acara tahunan