Tali Kasih Seorang Sufi pada Perempuan yang Ditolongnya

hikmah

Ini kisah sufi yang menutupi aib perempuan. Adalah Ahmad bin Mahdi Rustam, sufi yang kaya raya dan terkenal karena kedermawanannya. Salah satu kisahnya yang menarik adalah ketika Ahmad menyembunyikan aib seorang perempuan yang meminta tolong kepadanya. Tali kasih seorang sufi terhadap sesama manusia.

Diceritakan bahwa suatu hari ada seorang perempuan datang ke rumahnya. Ia meminta tolong kepada Ahmad. “ Aku adalah seorang perempuan dari keluarga biasa. Aku mendapat musibah. Aku mohon pertolonganmu, sudikah engkau menutupi aibku,” kata perampuan tersebut.

“Apa yang bisa dibantu. Dan apa musibah yang menimpamu itu?” tanya Ahmad.

“Aku sangat malu untuk menceritakan dan au membenci diriku sendiri. Saat ini aku sedang hamil. Aku telah bercerita pada semua orang bahwa engkaulah suamiku. Dan anak yang kukandung ini adalah dari mu. Maka aku mohon jangan permalukan aku di depan orang-orang. Tutupilah aibku ini. Dan semoga Allah SWT menutupi aibmu,” ujar perempuan itu sambil terisak.

Mendengar cerita perempuan itu, Ahmad bin Mahdi tercenung dan tidak bisa menjawab. Ahmad hanya diam.

Selang beberapa minggu kemudian, lahirlah jabang bayi dari perempuan itu. Ia melahirkan di rumah Ahmad. Maka datanglah serombongan penduduk kampung si perempuan dan memberikan ucapan selamat. Ternyata Ahmad menyambut kedatangan mereka menunjukkan rasa bahagia. Tidak ada sedikit pun suasana yang kaku. Setelah itu Ahmad memberikan uang kepada salah seorang pimpinan rombongan itu dan berkata,”Aku telah bercerai dengan dia. Maka aku berikan uang ini untuk dibelanjakan keperluan bayi itu.”

Waktu pun berlalu. Sudah bertahun-tahun perempuan itu tinggal di kampungnya. Namun Ahmad bin Rustam tidak pernah lupa untuk mengirimkan uang buat si bayi. Ampailah pada suatu hari serombongan orang dari kampung si perempuan datang. Namun suasananya menyedihkan karena mengabarkan anak dari si perempuan itu telah meninggal. Ahmad pun merasa sedih.

Satu bulan sejak kabar kematian itu, perempuan  yang ditolongnya datang. Ia datang dengan membawa sekantung uang. Uang tersebut merupakan kiriman dari Ahmad selama bertahun-tahun untuk anaknya. Dengan sangat memohon ia ingin mengembalikan uang tersebut. Namun Ahmad menolaknya dan berkata,”Uang itu adalah tali kasih sayangku kepada bayimu. Sekarang telah menjadi milikmu karena engkaulah yang merawatnya. Maka kupersilakan engkau menggunakannya.”

“ Semoga Allah menutupi sebagaimana engkau telah menutupi aibku,” kata perempuan itu sambil berkaca-kaca.

(Kisah ini disadur dari  Qisasul Auliya karya Muhammad Khalid Tsabit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

nyadran

Tradisi Menyambut Ramadhan

Di Indonesia menjelang Ramadhan mempunyai banyak tradisi. Sebagai penduduk Islam yang banyak, bulan suci ini sangatlah di tunggu-tunggu. Tradisi menyambut Ramadhan bahan menjadi acara tahunan