Tetangga Abu Yazid di Surga yang Pemabuk

jannah

Ini kisah tetangga Abu Yazid di surga yang ternyata adalah mantan para pemabuk. Suatu hari Abu Yazid berdoa. Dalam munajatnya itu Abu Yazid tampak bahagia hatinya dan sangat bersemangat. Akalnya seolah terbang menuju Arsy. “Inilah tempat Muhammad penghulu para nabi, kelak aku akan menjadi tetangganya di surga,” batinnya.

Namun di tengah keasyikannya itu, Abu Yazid kemudian sadar. Tiba-tiba ada suara,”Tetanggamu kelak di surga adalah seorang yang sudah tua, imam di daerah ini.” Abu Yazid kemudian bertekad mencari orang yang disebutkan oleh suara aneh itu. Akhirnya ia berjumpa dengan orang tersebut setelah menempuh jarak yang sangat jauh yaitu 100 farsakh atau 800 kilometer. Sungguh pejalan panjang demi menemukan orang yang membuatnya penasaran.

Namun ketika sampai desa tempat orang tua itu, Abu Yazid merasa kecewa. Ternyata banyak orang nyinyir terhadap orang yang akan ditemuinya itu. “Untuk apa Anda menanyakan lelaki tua itu. Ia adalah lelaki pendosa yang suka mabuk-mabukan,” kata salah serang penduduk desa. Mendengar penuturan itu Abu Yazid menjadi bimbang.  “ Suara aneh itu berarti suara setan,”pikirnya.

Namun keraguan kembali menyelimuti sufi besar ini. Ia berpikir ulang untuk tidak jadi kembali ke rumahnya dan menemui  orang tua itu. Kemudian Abu Yazid meyakinkan dirinya untuk menemui orang tua yang dimaksud. Maka tibalah Abu Yazid di sebuah warung. Di sana terlihat seorang yang sudah tua sedang menemani 40 orang pemabuk. Mereka bercengkerama dengan riang gembira.

Melihat kenyataan itu dengan mata kepalanya sendiri Abu Yazid berubah menjadi menyesal. Ia kemudian berbalik untuk pulang. Namun tiba-tiba orang tua itu memanggilnya,” Wahai Abu Yazid mengapa engkau hendak pergi? Wahai syekh Islam yang sudah menempuh jarak beratus-ratus kilometer menemuiku untuk mencari tetangganya kelak di surga. Mengapa engkau pergi tanpa salam, tanpa bicara begitu saja?

Panggilan itu membuat Abu Yazid terhenyak. “Dari mana dia tahu rahasiaku,” gumam Abu Yazid dalam hati.  

Saat di tengah kebingungannya, orang tua itu berkata lagi,”Tak usah dipikirkan dan janganlah heran pada Dzat yang mengutusmu kemari. Dan Dzat itu yang telah membertahukan kedatanganmu kemari. Mari masuk dan duduk bersama kami sejenak.”

Abu Yazid kemudian masuk. Sejenak kemudian berkata,” Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang membuatmu menjadi begini?”

“Cita-cita orang hebat adalah ketika tidak ingin masuk surga sendirian. Maka saya ingin mengajak mereka. Dulu ada 80 orang yang fasik . Saya sudah menyadarkan 40 orang dari mereka. Dan kini giliran Anda untuk menyadarkan 40 orang lagi,” katanya. Saat orang tua tadi bicara pada Abu Yazid dan didengar oleh 40 orang tadi. Sontak 40 orang tersebut kaget dan menyatakan bertobat kepada Allah SWT.  Itulah kisah tetangga Abu Yazid di surga.

( Disadur dari kitab Usfuriyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw