Sufi yang Pingsan Saat Berdiskusi Tentang Cinta

mahabbah

Rasa cinta yangt besar kepada Allah atau mahabbah bagi para sufi adalah bagian dari perjalanan spiritual. Banyak kisah yang unik  sufi tentang mahabbah. Salah satunya datang dari Sarri as Saqati. Sufi ini pingsan saat berdiskusi tentang cinta.

Dikisahkan suatu hari, Sarri as Saqati berdiskusi perihal mahabbah ini dengan murid kesayangannya yaitu Junaid al Baghdadi dalam sebuah masjlis dzikir. Tiba-tiba Sarri berkata kepada Junaid,”apakah itu cinta?”

Junaid kemudian menjawab,”Ada yang mengatakan bahwa cinta itu adalah berselaras dengan kehendak Allah. Ada pula yang mengatakan memprioritaskan Allah dibanding dengan yang lain. Ada juga yang mengatakan begini dan begitu…”

Jawaban itu membuat Sarri bergetar. Sufi masyhur ini kemudian menarik kulit tangannya sendiri. Namun jelas kulit itu tidak bisa lepas dari tangannya. Beliau kemudian  berkata,” Demi keagungan Allah Ta’ala, seandainya kulit ini menjadi basah diatas tulangnya semata-mata karena rasa cintanya terhadap tulang, pasti kata-katamu benar.”

Seketika itu pula Sarri as Saqati pingsan. Wajahnya seperti berputar, namun pada wajah itu terlihat cahaya bak rembulan cemerlang. Sufi ini pingsan saat berdiskusi tentang cinta.

Sarri As Saqaty dikenal sebagai seorang ahli tasawuf yang sezaman dengan Harits al-Muhasibi dan Bisyr al-Hafi. Beliau adalah murid Syaikh Ma’ruf al-Karkhi sekaligus paman dari Junaid Al Bahdadi.  Tentang pamannya ini Junaid al-Baghdadi pernah berkata, “Aku tidak melihat siapa pun yang lebih tekun beribadah dibandingkan densgan Syaikh Sari as-Saqati. Selama tujuh puluh tahun, beliau tidak pernah berbaring kecuali ketika menjelang wafatnya.”

Di zamannya, Sarri dikenal sebagai ulama yang mempunyai kemampuan ilmu pengetahuan yang suli dicari bandingannya. Beliau menguasai ilmu hadis, ilmu fikih, ilmu sejarah, ilmu tasawuf, ilmu kalam dan filsafat secara mendalam. Beliau wafat pada suatu pagi di hari Selasa tanggal 3 Ramadhan tahun 253 Hijriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain