Sufi yang Digigit Nyamuk Hingga Menjerit

nyamuk

Ada seorang sufi yang digigit nyamuk hingga menjerit. Kisah tentu saja aneh. Ada apa gerangan sehingga kok sufi yang digigit nyamuk saja kesakitan?

Kisah ini datang dari Ibrahim al Khawas, ala satu dikenal sebagai salah satu ulama panutan yang sezaman dengan sufi besar lainnya seperti Junaid dan Nuri. Kisahnya tentu mengandung banyak hikmah. Salah satunya adalah ketika beliau digigit nyamuk hingga menjerit keras.  

Ceritanya begini. Suatu hari Ibrahim bersama dengan seorang temannya bernas Hamid la Asawd sedang menempuh sebuah perjalanan. Karena jaraknya jauh, keduanya memutuskan menginap di bermalam di sebuah pinggiran desa.

Malam hari pun datang. Keadaan menjadi mencekam.  Terdengar suara binatang buas menghampiri mereka berdua. Segerombolan binatang itu tampak menghampiri Ibrahim al Khawas. Sedangkan temannya Hamid al Aswad ketakutan hingga memanjat pohon untuk menghindari serangan binatang tersebut.

Namun ketika melihat Ibrahim, ia merasa terkejut. Tidak sedikit pun tampak ketakutan di wajah Ibrahim. Sufi tersebut begitu tenang seperti menghadapi binatang yang jinak. Ibrahim malah kemudian merebahkan tubuhnya dan merebahkan diri dengan santai. Beliau kemudian tertidur dan tubuhnya hanya diendus binatang buas itu.  Pagi pun datang. Hamid Aswad keheranan dengan apa yang dilihatnya semalam.

Setelah berkemas, perjalanan kemudian dilanjutkan hingga sapi ke sebuah masjid. Mereka berdua istirahat sejenak untuk memulihkan tenaga dan melakukan sholat. Di saat suasana hening, tiba-tiba Syekh Ibrahim menjerit dengan keras. Hamid pun heran. Ia kemudian menelusuri apa penyebab Ibrahim menjerit begitu kera. Ternyata usut punya usut beliau digigit nyamuk. Tentu kejadian ini membuat Aswad geleng kepala keheranan.

“Apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa hanya digigit nyamuk engkau menjerit? Sedangkan semalam engkau dikerumuni binatang buas tidak merasa takut sedikitpun,” tanya Aswad.

“Aku tidak takut dengan kerumunan binatang buas yang mengerumuniku karena Aku bersama Allah SWT. Sedangkan aku digigit nyamuk kemudian menjerit karena aku bersama diriku sendiri,”jawabnya. Mendengar jawaban itu Aswad hanya terdiam dan merenungkan apa disampaikan Syekh Ibrahim.

Itulah kisah Ibrahim al Khawash, sufi yang digigit nyamuk  hingga menjerit. Ibrahim Al-Khawwas termasuk yang masyhur tingkat kewaliannya. Beliau wafat sekitar tahun (291 H)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain