Semangkok Sop dari Malaikat

sufi

Kisah ini tentang tentang Ibrahim bin Adham yang makan semangkok sop dari malaikat. Padahal sufi masyhur ini telah menahan untuk tidak makan sop selama 3o tahun.

Cerita bermula saat Sufyan bin Ibrahim melihat Ibrahim bin Adham sedang menangis sesenggukan di pinggir jalan. Melihat sahabatnya tampak sedih, Sufyan memberanikan dirinya bertanya kepada Ibrahim,”Mengapa engkau menangis seperti itu?”

Namun Ibrahim hanya terdiam. Ia tidak berkata apapapa. Air matanyaterus meleleh membasahi pipinya. Ia tidak menjawab sama sekali. Kemudian Sufyan mengulangi pertanyaan yang sama sebanyak tiga kali.

Setelah ketiga kalinya Ibrahim kemudian menjawab,”Kuminta engkau merahasiakan apa yang terjadi padaku dan tidak menceritakan ini kepada orang lain.”

Permintaan sahabatnya tersebut kemudian disetujui oleh Sufyan. “Silakan ceritakan apa yang terjadi padamu,” ujar Sufyan.

Ibrahim kemudian menceritakan kisah yang terjadi.  Sufi ini mengatakan bahwa dirinya ingin makan sop yang telah ditahannya selaman 30 tahun. Namun semalam ia bermimpi bahwa seorang pemuda datang dan membawa mangkuk hijau berisikan sop yang masih hangat dan segar.

Namun Ibrahim menolaknya. Kemudian si pemuda tadi menyodorkan lagi sop itu sambil berkata,” Hai Ibrahim makanlah ini !”

“Aku tidak makan sesuatu yang selama tiga puluh tahun aku tidak mencicipinya karena Allah,” jawab Ibrahim.

“Bagaimana menurutmu, jika yang memberi makanan ini adalah Allah SWT,” tanya si pemuda itu.

Pertanyaan tersebut membuat Ibrahim menangis. Kemudian si pemuda itu menyodorkan kembali sop itu kepada Ibrahim dan memintanya untuk dimakan. Namun Ibrahim kemudian berkata,”Bagaimana aku memakan sesuatu yang tidak jelas asal usulnya?”

Lalu pemuda itu menjawab,”Semoga Allah mengampunimu wahai Ibrahim. Sesungguhnya semangkok sop ini pemberian Malaikat Ridwan yang menyuruh ku memberikannya kepadamu. Hal ini sebagai balasan atas kesabaran mu menahan diri dari makan dan keinginan hawa nafsumu selama ini. Saya mendengar para malaikat berkata,” Barangsiapa diberi sesuatu tapi ia menolak, maka ia mencari sesuatu yang tidak akan diberi,” katanya

Penjelasan itu membuat Ibrahim menerimanya sambil berkata,” Kalau demikian asal usulnya, baiklah aku terima. Namun hal ini tidak akan mengkhianati perjanjian ku dengan Allah Taa’la.”

Setelah itu Ibrahim melihat pemuda lain mengulurkan tangannya ke pemuda itu sambil berkata,” Hai Khidir berikanlah sop ini kepadanya.” Maka pemuda yang bernama Khidir itu kemudian menyuapi Ibrahim hingga terbangun dari tidurnya.

Kelezatan aroma sedap sop hangat itu dirasakan Ibrahim ketika bangkit dari tidurnya. Kemudian Ibrahim pergi ke sumur zam-zam dan berkumur untuk mencuci mulutnya. Akan tetapi lezat dan bau sedap makanan itu masih juga tercium aromanya dari mulut.

Mendengar cerita ini, Sufyan meminta Ibrahim mendekatkan mulutnya. Ternyata aroma sop masih juga tercium oleh Sufyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain