Seekor Ikan Seorang Ahli Ibadah

mancing

Imam Abu Hasan asy Syadzili adalah seorang wali qutub yang agung. Beliau pendiri tarekat Syadziliyah yang banyak dianut di Indonesia. Banyak kisah hikmah yang tersemat pada waliyullah asal Iskandariyah ini. Salah satunya doanya kepada seorang ahli ibadah.

Dikisahkan suatu hari ada seorang musafir ingin pergi sowan kepada Imam Abu Hasan Asy Syadzili. Dalam perjalanannya ia mampir ke sebuah dusun dekat pantai. Di sana bertemu dengan seorang ahli ibadah. Karena ingin mendapatkan berkahnya, musafir itu kemudian mampir di gubuknya.

Mereka berdua kemudian bercakap-cakap. Hingga orang ahli ibadah terebut tahu bahwa si musafir akan pergi sowan kepada Imam asy Syadzili. Maka kemudi api tersebut berkata kepada si musafir,”Tolong mintakan doa kepada Imam Abu Hasan asy Syadzili khusus untukku.” Si musafir itu menyanggupinya.

Kemudian si musafir meneruskan perjalanan menuju kediaman Imam asy Syadzili. Ia pun mengungkapkan maksud kedatangannya. Setelah selesai, si musafir berpamitan. Namun ia tidak lupa dengan amanah ahli ibadah itu. Maka kemudian ia memohon doa kepada Imam asy Syadzili. Kemudian Imam asy Syadzili mengangkat tangannya dan berdoa,” YA Allah, cabutlah cinta dunia dari hatinya.”

Doa tersebut membuat si musafir bingung. Ada apa gerangan Imam asy Syadzili berdoa seperti itu. Dengan rasa penasaran ia pun pulang. Hingga akhirnya si musafir sampai ke gubuk orang ahli ibadah yang ia temui sebelumnya. Si musafir itu kemudian menceritakan apa yang ia dengar dari doa Imam Abu Asy Syadzili.

Mendengar cerita si musafir, ahli ibadah itu menjadi gembira. Lalu ia berkata, “Segala puji bagi Allah. Aku mengerti akan doa Imam asy Syadzili dan sekarang telah dikabulkan.” Melihat hal itu, si musafir menjadi heran. Kemudian ia berkata,”Apa yang sebenarnya terjadi dengan doa itu?”

Lalu ahli ibadah itu berkata,”Pada siang hari aku selalu berpuasa. Ketika menjelang magrib aku pergi ke pantai untuk memancing mencari ikan untuk berbuka. Namun Allah selalu menggiringku untuk hanya mendapatkan satu ekor ikan. Aku ingin sekali mendapatkan lebih dari seekor, namun tidak pernah terjadi. Maka setiap hari aku berangan-angan mendapatkan lebih dari seekor ikan yang besar. Dan angan-angan itu lenyap dari hatiku ketika Imam asy Syadzili berdoa seperti itudan tidak pernah terlintas lagi dalam hatiku.”

Mendengar penuturan ahli ibadah itu, si musafir hanya termenung dan merasakan hikmahnya. Wallahu A’lam Bishowab.  (Disadur dari buku Qisasul Auliya karya Muhammad Khalid Tsabit)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain