Orang Yahudi Mencoba Menyuap Sahabat Rasulullah saw

Sahabat Rasulullah saw pernah akan disuap oleh orang Yahudi. Hal itu dikarenakan agar dapat keringanan pajak. Namun ditolaknya mentah-mentah.

Dikisahkan saat Abdullah bin Rawahah ditugaskan Rasulullah saw pergi ke wilayah Khaibar. Di kota tersebut Abdullah diutus untuk menaksir jumlah kurma yang dimiliki masyarakat sana. Tugas tersebut adalah bagian dari keperluan penetapan jumlah jizyah (pajak bagi penduduk non-Muslim).

Khaibar adalah wilayah penduduk yang ditinggali banyak orang Yahudi. Penduduk  Khaibar telah membuat kesepakatan dengan umat Islam untuk pajak (jizyah) karena wilayahnya bagian dari kekuasaan Islam.

Abdullah bin Rawahah kemudian melaksanakan tugasnya dengan memeriksa jumlah kurma yang masih menggantung di atas pohon. Namun ada sebuah kelicikan ang dilakukan oleh penduduk Khaibar. Orang Yahudi di sana ternyata mengumpulkan perhiasannya tanpa sepengatahuan Abdullah bin Rawahah. Setelah itu menyerahkan perhiasan menyerahkan kepada sahabat Rasulullah itu. Mereka berharap utusan Nabi itu mengurangi taksirannya dan memberikan keringanan dalam hal jizyah.

Namun dengan tegas Abdullah bin Rahawah dengan menolak suap yang ditawarkan penduduk. Sahabat Nabi ini menegaskan bahwa harta suap adalah haram dan tetap melaksanakan pengecekan sesuai dengan kesepakatan.

Abdullah adalah salah sahabat dekat Rasulullah saw. Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Rawahah bin Tsa’labah bin Imrul Qais. Abdullah bin Rawahah berasal dari Suku Arab dari Bani Khazraj. Beliau merupakan salah satu dari dua belas wakil Kaum Anshar yang bersumpah setia sebelum Hijrah, dan kemudian menyebarkan Islam ke Madinah. Dia juga termasuk di antara 73 orang yang bersumpah setia kepada Nabi Muhammad di Madinah. Salah satu keahliannya adalah bersyair. 

Dikisahkan suatu hari Rasulullah saw sedang bersama-sama dengan para sahabatnya. Tiba-tiba datanglah Abdullah bin Rawahah. Lalu Rasulullah bertanya kepadanya,” Apa yang Anda lakukan bila Anda mengucapkan syair?”

Lalu Abdullah bin Rawahah menjawab,” Aku merenung terlebih dahulu kemudian baru kuucapkan.”  Setelah itu sahabat Rasulullah saw tersebut bersyair yang isinya tentang keteguhan iman. Mendengar hal itu Rasulullah saw ridha dan gembira. Kemudian Rasulullah berkata,”Aku berharap engkaupun akan diteguhkan juga.”  

Abdullah bin Rawahah wafat dalam pernah Mu’tah. Meninggalnya sahabat ini membuat Rasulullah saw menitikkan air mata.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain