Taburan Debu Saat Rasulullah Hijrah

sholawat

Proses hijrahnya Rasulullah saw berlangsung dramatis. Tidak hanya digantikan Sayidina Ali di ranjangnya, tetapi juga para pengepungnya dikasih taburan debu hingga tak melihat Rasulullah saw.

 Kisah ini diambil dari buku Tangan Nabi karya Dr. Mostafa al Badawi tentang bagaimana Rasulullah saw lepas dari usaha pembunuhan kaum Quraisy. Diceritakan bahwa ketika Islam semakin banyak pengikutnya. Para pemimpin Quraisy menjadi berang. Rapat tersebut berlangsung alot. Setiap usulan selalu dimentahkan lelaki tua dari Najd yang ternyata jelmaan setan.

Hingga akhirnya Abu Jahal memutuskanu ntuk memilih 40 orang dari berbagai suku yang berbeda. Hal ini dikhawatirkan tiap suku akan menuntut balas apabila membunuh Rasulullah saw. Sehingga dengan cara ini sulit bagi suku Nabi dan sekutunya untuk menuntut balas. Usulan itu didukung oleh setan yang menmara sebagai orang tua itu.  Akhirnya semua tokoh yang yang hadir di pertemuan tersebut menyetujui.

Kemudian siasat dilakukan. Kaum musyrikin ini kemudian mengepung rumah Rasulullah saw. Tetapi seperti dikisahkan dalam sejarah, Sayidina Ali yang kemudian menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya. Sedangkan Rasulullah pergi berhijrah ke Madinah bersama Sayidina Abu Bakar. “ Tidurlah di tempat tidurku,  selimutilah tubuhmu dengan jubah hadrami hijauku. Tidurlah dengan jubah itu, tidak ada suatu yang tidak menyenangkan akan menimpamu dari orang-orang itu”kata Rasulullah saw kepada Sayidina Ali.

Setelah itu Rasulullah saw, keluar menggenggam debu. Kemudian beliau berkata,” Benar aku mengatakan itu dan kau salah seorang dari mereka.” Allah yang Maha Agung kemudian menutup pandangan mereka dan tidak bisa melihat Rasulullah saw. Beliau memercikkan debu diatas kepala mereka sembari membacakan beberapa ayat dari surat Yasin sambil memercikkan debu diatas kepala orang-orang yang berniat membunuhnya. Taburan debu itu mengenai rambut para pengepunya itu. Lalu kemudian Rasulullah pun berangkat.

Setelah agak jauh seseorang datang dengan mata terpaku dan bertanya kepada gerombolan pengepung rumah Rasulullah. “ Apa yang kalian tunggu di sini,” kata orang tersebut.

Mereka serempak menjawab,”Muhammad.”

“Usaha kalian gagal. Muhammad telah pergi. Ia meletakkan debu di setiap tiap kepala kalian lalu pergi ke tempat tujuan. Tidaklah kalian melihat kejadian tersebut.” Kemudian mereka serentak meraba kepalanya. Terdapatlah taburan debu di masing-masing kepalanya.

Taburan debu Rasulullah saw yang ternyata mampu membuat mata para pengepungnya tertutupi. Selamat Tahun Baru 1443 Hijriyah. Wallahu A’lam Bishowab

1 thought on “Taburan Debu Saat Rasulullah Hijrah”

  1. Pingback: Gus Ali : Pandailah Menata Niat » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain