Perempuan Mulia yang Menasehati Khalifah Umar

umar ra

Ini kisah tentang Khalifah Umar bin Khatab ketika bertemu dengan seorang perempuan. Perempuan mulia ini selalu membuat Amirul Mukminin takdzim dan mendengarkan nasehatnya.

Dikisahkan seperti biasanya, Khalifah Umar melakukan keliling kampung di Madinah. Selain melihat kondisi rakyatnya. Khalifah mengecek juga apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya. Saat blusukan itu, Khalifah didampingi para pengawalnya. Hingga sampai pada sebuah rumah yang jelek di sebuah kampung, Khalifah turun dari keretanya. Beliau berjalan dengan takdzim mendekati rumah tersebut.

Setelah itu keluarlah seorang perempuan tua. Khalifah Umar langsung hormat padanya. “Saya mengenal Umar sejak kecil, kemudian Umar beranjak remaja, kemudian tua. Sampai akhirnya terpilih menjadi Amirul Mukminin. Wahai Umar takutlah kepada Allah dalam menjalankan pemerintahan mu!,” ungkap perempuan renta itu.

Mendengar nasehat itu Khalifah Umar menangis tersedu-sedu termasuk juga beberapa pengawal yang mengenal perempuan itu. Namun ada seorang pengawal yang tidak terima pemimpinnya diperlakukan dengan seenaknya.” Wahai perempuan renta tidak sepantasnya engkau berkata seenaknya dihadapan Amirul Mukminin. Berlaku sopanlah. Maka sekarang pergilah,” kata seorang pengawal tanda diduga-duga mengusir perempuan itu

Mendengar ucapan pengawalnya, Khalifah Umar bin Khatab terperanjat. Ia berfikir pengawalnya sangat lancang. Bahkan berani mengusir perempuan renta itu. “Hai pengawal diamlah. Kamu tahu siapakah perempuan mulia ini,” bentak Khalifah Umar. Pengawal itu kemudian terdiam sambil menggelengkan kepalanya.

“Perempuan ini adalah Khaulah binti Tsa’labah yang pengaduannya didengar Allah. Karena itu tidak sepatutnya Umar mengabaikan nasehatnya,” ucapnya . Khalifahkemudian bersimpuh dan duduk diatas tanah. Sedangkan Khaulah terus memberikan wejangan dari hatinya yang sangat ikhlas. Khalifah umar mendengarkan dengan seksama kalimat demi kalimat yang terlontar dari Khaulah. Khaulah dikenal sebagai sahabat wanita yang pernah mengajukan hak amandemen langsung kepada Allah dengan doanya terkait dengan suaminya yang sumpah dzihar.  Hal ini sebagaimana ayat al Quran surah al Mujadilah ayat 1 hingga 4.

2 thoughts on “Perempuan Mulia yang Menasehati Khalifah Umar”

  1. Pingback: Pasar Bersejarah Souq Suwaiqah di Madinah Dibuka Kembali » Pitutur ID

  2. Pingback: Nenek yang Membawa Sebuah Tulang untuk Amr Bin Ash » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain