Jawaban Rabiah tentang Hakikat Ibadah

ibadah

Beribadah adalah sesuatu yang wajib bagi kaum muslimin. Banyak ulama yang membincangkan bab ibadah ini dalam karya-karyanya. Tak terkecuali para sufi. Tidak hanya pendapatnya tentang ibadah, para sufi juga mempunyai kisah tentang bagaimana memandang ibadah dan tujuannya. Salah satunya adalah berikut ini.

Dikisahkan bahwa Malik bin Dinar dan Tsabit al- Bannany, dua orang sufi masuk pada ruang Rabi’ah Al-Bashriyah untuk berdiskusi masalah agama. Lalu Rabi’ah bertanya tiba-tiba kepada Malik bin Dinar, “Ceritakan kepadaku kenapa kalian menyembah Tuhanmu wahi Malik?”

“Karena hasrat pada syurga…”jawab Malik.

Lalu Rabiah bertanya kepada Tsabit: “Kalau kamu hai anak muda?”

“Takut pada neraka!” jawab Tsabit.

Kemudian Rabiah berkata lagi, “Kamu hai Malik tak lebih seperti pekerja yang buruk. Tidak mau bekerja kecuali dengan harapan- harapan. Dan kamu hai Tsabit seperti hamba sahaya yang buruk, mau bekerja kalau dipukul.”

Lalu dua orang itu berkata kepada Rabiah, “Sedangkan kamu hai Rabi’ah.”

“Demi cinta kepada Allah Ta’ala dan rindu kepadaNya…,” jawab Rabiah

Itulah hakikat ibadah menurut Rabiah Basriyah atau Rabiah Adawiyah. Dengan konsep mahabbah atau cinta kepada Allah SWT menjawab tentang hakikat ibadah. Rabiah dikenal sebagai sufi yang masyhur karena kezuhudannya. Rabiah diperkirakan lahir antara tahun 713 – 717 Masehi, atau 95 – 99 Hijriah, di kota Basrah, Irak. Nama lengkapnya adalah Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah al-Basriyah.

Rabiah adalah seorang sufi wanita beraliran Sunni pada hidup pada masa dinasti Umayyah. Banyak murid-murid perempuannya dan juga panutan beberapa sufi diantaranya Dzun Nun Al Misri dan Ibnu Farid Rabi’ah Al-Adawiyah juga dijuluki sebagai “The Mother of the Grand Master” atau Ibu Para Sufi Besar karena kezuhudannya. Namanya dikenal hingga sekarang. Hal inilah yang membuat cendikiawan Eropa meneliti pemikiran Rabi’ah dan menulis riwayat hidupnya, seperti Margareth Smith, Masignon, dan Nicholoson Kisah ini diambil dari buku Menjelang Makrifat karya Syekh Ahmad Ar Rifai. Wallahu A’lam Bishowab

1 thought on “Jawaban Rabiah tentang Hakikat Ibadah”

  1. Pingback: Kala Rabiah Berbantal Batu Bata » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain