Tentang Para Sufi yang Memaknai Persahabatan

sahabat

Menjalin persahabatan adalah salah satu bentuk dari ekspresi sosial. Agama menganjurkan untuk mencari sahabat dengan siapapun selama membawa kepada hal-hal yang positif baik di dunia maupun  di akhirat.  Para sufi memaknai persahabatan dalam berbagai kisahnya dengan sangat dalam.

Rasulullah saw sendiri menganjurkan kepada kita untuk memilih sahabat atau teman yang mampu memberikan nilai kebaikan dalam agama maupun dunia.  Bagi kaum sufi persahabatan memiliki makna sejati. Dalam kitab Risalah Qusyairiyah, karya Imam abu Qasim al Qusyairi disebutkan bahwa persahabatan mempunyai tiga tingkatan, yaitu: Pertama, persahabatan dengan orang yang lebih tinggi, yaitu berbentuk hidmat atau penghormatan. Kedua yang ada dibawah Anda, yaitu berbentuk sikap kasih sayang. Ketiga persobatan dengan orang yang setara dengan Anda, yaitu disadarkan sikap yang lebih mengutamakan sahabat Anda.

Dikisahkan Dzun Nun al Misri pernah mengatakan,” Janganlah bersahabat dengan Allah SWT kecuali dengan beribadah. Janganlah bersahabat dengan manusia kecuali dengan saling menasehati. Janganlah bersahabat dengan hawa nafsu kecuali dengan melawannya. Dan janganlah bersahabat dengan setan kecuali memusuhinya.

Kemudian ada bertanya, ”Dengan siapakah aku harus bersahabat?”

Dzun Nun menjawab,” Bersahabatlah dengan orang yang kamu sakit ia menjenguk mu. Dan jika kamu bersalah ia memaafkanmu.”

Bersahabatlah bersama Allah SWT. Jika tidak mampu, bersahabatlah dengan orang-orang yang bersahabat dengan Allah SWT supaya kamu sampai kepada berkah mereka yang menyebabkanmu sampai kepada berkah Allah SWT.”

Abu Bakar At-Thamasthani

Tentang persahabatan ini Bisyir bin Harist berkata,” Berteman dengan orang jahat bisa menimbulkan buruk sangka kepada orang-orang baik.”

Disebutkan dalam sebuah kisah Ibrahim bin Adam dan temannya akan berpisah. “Jika kamu melihat aib pada diri saya, maka ingatkanlah saya,” katanya.

Ibrahim bin kemudian menjawab,” Saya tidak melihat aib pada dirimu, karena saya melihat dengan cinta. Karena itu saya menganggap baik semua yang saya lihat dari dirimu. Karena itu, tanyakan kepada orang lain saja tentang aib mu itu.”

Tentang persahabatan ini, Abu Bakar At-Thamasthani berkata,” Bersahabatlah bersama Allah SWT. Jika tidak mampu, bersahabatlah dengan orang-orang yang bersahabat dengan Allah SWT supaya kamu sampai kepada berkah mereka yang menyebabkanmu sampai kepada berkah Allah SWT.”

Itulah beberapa sufi masyhur yang memaknai tentang persahabatan. Wallahu Al’am Bishowab.

1 thought on “Tentang Para Sufi yang Memaknai Persahabatan”

  1. Pingback: Warga Palestina Melarikan Diri dari Penjara dengan Keamanan Tinggi » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain