Pencuri Kain Kafan Ulama Tafsir

ok

Salah satu ulama yang kesohor dalam bidang tafsir adalah Fadl bin Hasan at Thabarsi.Diantara kitab karyanya berjudul Majma’ al Bayan menjadi kitab tafsir yang diakui banyak ulama hingga sekarang. Ada suatu kisah unik tentang kisahnya ketika ia berjumpa dengan pencuri kain kafan yang menolongnya. Inilah kisah yang menjadi salah satunya latar belakang mengapa beliau menjadi ulama tafsir.

Dikisahkan pada suatu hari at Thabarsi terkena serang jantung. Denyut nadinya hilang sehingga dinyatakan meninggal. Oleh saudara-saudaranya kemudian at Thabarsi dinyatakan meninggal. Jenazahnya kemudian dimandikan, dikafani dan disolatkan kemudian dikubur. Nah ketika di kubur itu at Thabarsi ternyata belum meninggal. Tiba-tiba dirinya hidup kembali. Namun dirinya kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam hatinya kemudian dirinya bernadzar,” Jika terbebas dari gelapnya liang kubur ini maka ia akan menulis kitab tafsir.  

Tidak seberapa lama mengucapkan nadzarnya itu, tiba-tiba tanah bergerak. Ternyata seorang pencuri kain kafan tengah merusak kuburannya. Si pencuri menggali kubur at Thabarsi dengan perlahan-lahan.dengan memaki kayu si pencuri itu menggali semakin dalam. Ketika ia akan membuka kain kafan. Tiba tiba at Tahabrsi meraih tangannya. Sontak pencuri kaget dan ketakutan. Apalagi setelah at Thabarsi berbicara. Wajah pencuri itu tambah pucat.

“Jangan takut,” kata at Thabarsi.

“Dalam hatinya kemudian dirinya bernadzar,” Jika terbebas dari gelapnya liang kubur ini maka ia akan menulis kitab tafsir.”  

Namun si pencuri itu masih nampak pucat pasi. Kaget dan gemetar melihat apa yang terjadi. Kemudian ulama ini mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya. Pencuri itu dengan tekun mendengar dan memperhatikan apa yang dikisahkan olehnya. Setelah selesai si pencuri mengantarkan at Thabarsi [ulang ke rumahnya.

Melihat yang datang netapa kagetnya keluarga ulama tafsir ini. Jenazah yang baru dikubur pulang dalam keadaan segar bugar. Lalu, beliau menceritakan kejadian yang dialaminya dan kisah kematian yang begitu dekat. Sesuatu yang membuatnya tidak percaya, tapi terjadi. Kemudian si pencuri mendapatkan berkah dan diberi hadiah berupa kain kafan serta harta yang cukup banyak. Kemudian si pencuri itu bertobat.  Fadl bin Hasan at Thabarsi hidup tahun 548 dan jenazahnya dimakamkan di kota Masyhad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain