Dialog Sufi dan Iblis

iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini.

Ada dialog menarik ketika Junaid al Bagdadi bertemu Iblis. Diceritakan bahwa sufi besar ini berkata,” suatu kali saya ingin bertemu dengan Iblis. Saat aku berdiri di depan masjid, terlihat sosok yang sudah tua mendekat dari kejauhan. Saat aku memandangnya terasa kengerian menjanda diriku.”

Kemudian aku bertanya kepadanya,”Siapakah Anda?”

“Aku adalah makhluk yang engkau ingin temui,”jawabnya.

“ Sang terkutuk,” pekikku.

Aku kemudian bertanya lagi,” Apa yang membuatmu tidak mau sujud kepada Adam?”

“ Bagaimana menurutmu Junaid, apakah aku menyembah selain Nya,” jawabnya,

Mendengar jawaban tersebut, aku (Junaidi-red) menjadi bingung dengan jawaban Iblis itu. Namun tiba-tiba ada suara dalam hatiku,” Katakanlah  pada Iblis. “ Engkau pembohong. Jika engkau benar-benar hamba Allah yang sejati, maka pasti engkau menuruti perintah Nya. Engkau tidak akan pernah mengabaikan Nya dan bermain-main dengan penangkalan.”

“ Engkau pembohong. Jika engkau benar-benar hamba Allah yang sejati, maka pasti engkau menuruti perintah Nya. Engkau tidak akan pernah mengabaikan Nya dan bermain-main dengan penangkalan.”

Apa yang suara itu dengarkan aku sampaikan kepada Iblis. Saat Iblis mendengar kata-kata itu, ia memekik dengan keras,”Demi Allah engkau telah menghancurkanku.” Setelah itu ia lenyap seketika.

Dalam literatur Islam kata Iblis hanyalah merujuk pada satu sosok jin yang didominasi unsur api dan telah berubah wujud karena kutukan akibat keangkuhan, kedurhakaan, kedengkian, dan kesombongannya. Ia tidak mematuhi perintah Tuhan untuk sujud kepada Adam dan bersumpah untuk mencelakakan keturunan manusia sebanyak mungkin.

Memang Iblis adalah makhluk penuh tipu daya dan licin dalam merayu manusia untuk ingkar kepada Allah SWT. Iblis menggoda tidak hanya kepada orang-orang awam tapi juga terhadap orang-orang saleh. Bahkan godaannya lebih gencar. Setinggi apa pun kualitas ibadah dan ilmu, Makhluk laknat ini akan terus menyesatkannya selama hidup. Seorang pakar tafsir terkemuka, Imam Mujahid sebagaimana dikutip Syekh Abdurrauf al-Manawi menyebutkan bahwa ia memiliki keturunan dan prajurit yang bekerja sesuai untuk menyesatkan manusia sesuai dengan bidangnya masing-masing. Maka hati-hatilah. Wallahu A’lam Bishowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain