Syekh Ibrahim Matlubi Memanggil Jenazah

sufi

Tidak adanya ridho orang tua menjadi salah satu penyebab siksa kubur. Tentang hal ini ada sebuah kisah Syekh Ibrahim al Matlubi tentang seorang pemuda yang mencari ridho orang tuanya yang sudah meninggal

Diceritakan bahwa Syekh Ibrahim bertemu dengan seorang pemuda. Dalam penglihatannya pemuda itu adalah anak yang soleh karena rajin beribadah dan suka menolong fakir miskin. Syekh Ibrahim terkesan dengan keramahtamahan pemuda tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan dalam hati Syekh Ibrahim adalah pemuda itu selalu tampak murung.  “Sepertinya ia memendam dan memikirkan sesuatu,” katanya dalam hati.

Lalu Syekh Ibrahim berkata “Wahai anak muda tampaknya ada sesuatu yang membebani pikiranmu.”

“Iya,”jawabnya singkat.

Syekh Ibrahim kemudian memandang pemuda tersebut dengan tajam. Dengan kedalaman mata batinnya, beliau melihat sesuatu yang menjadi beban pemda tersebut.” Wahai anakku apa yang salah denganmu. Engkau rajin sekali beribadah dan beramal saleh namun kamu tampak murung. Barangkali ada orang yang tidak rida terhadapmu?,” tanya Syekh Ibrahim

“Ya memang ada. Orang tuaku yang tidak rida denganku,” jawabnya.

Mendengar hal itu Syekh Ibrahim langsung mengajak si pemuda dan berkata,“Ayo kita ke kuburannya. Barangkali mereka akan rida kepadamu,”.

Mereka lantas menuju ke kubur yang dimaksud.

Dalam sebuah catatan Syekh Yusuf Al Kurdi yang ikut dalam peristiwa itu waktu mengungkapkan akan adanya keajaiban. Syekh Yusuf berkata,” Demi Allah aku benar-benar melihat orang tuanya keluar dari kubur sambil membersihkan debu dari kepalanya ketika Syekh Ibrahim al Matlubi memanggilnya. Syekh Ibrahim tampak berdiri dan kemudian berkata,” Orang-orang fakir datang kepada anakmu untuk mendapat pertolongannya. Semoga hatimu senang dengan anakmu ini.”

Maka orang tua pemuda tersebut berkata,” Aku bersaksi kepada Anda semua bahwa aku telah rela dengannya.”

Setelah itu Syekh Ibrahim berkata,” Kembalilah ke tempat asalmu.”

Maka jenazah orang tua si pemuda itu masuk ke kuburnya lagi. Menurut Syekh Yusuf peristiwa ini terjadi di Masjid Jami Syarafuddin di ujung Kota Hasiniyah Mesir.

Banyak keistimewaan yang dimiliki oleh Syekh Ibrahim. Selain cerita diatas Syekh Ibrahim merupakan ulama yang ‘dimentori’ langsung oleh Rasulullah SAW. Sufi besar Abdul Wahab as Sya’roni menulis dalam kitabnya Thabaqat al Auliya’ : Beliau dalam poros besar kewalian. Beliau tidak memiliki syekh selain Rasulullah saw. Dia sering bermimpi dalam tidurnya dan menceritakan pada ibunya. Ibunya berkata,” Anakku, laki-laki itu adalah orang yang bisa bertemu Nabi SAW dalam keadaan terjaga.”

Setelah itu beliau bisa bertemu dengan Nabi SAW dalam keadaan terjaga.” Kemudian bisa bertemu dengan Nabi SAW dalam keadaan sadar dan berbicara dengan beliau dalam berbagai hal. Ibunya berkata,” Sekarang engkau telah memulai derajat kelelakian.” Wallahu A’lam.

(Dinukil dari buku Berselawat untuk Mendapatkan Keberkahan karya Yusuf bin Ismail an Nabhani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain