Doa Syekh Hasan Basri untuk Pengganggunya

doa

Ada satu peristiwa membuat Syekh Hasan Basri menangis yaitu saat berjumpa dengan seorang Khawarij. Orang tersebut memang dikenal suka mengganggunya ketika sedang melakukan pengajian.


Dikisahkan dalam bahwa Syekh Hasan al Basri berada dalam masjid pengajian. Tiba-tiba seorang dari golongan Khawarij turut hadir dalam majelis itu. Ia kemudian membuat keonaran. Namun Hasan asri mendiamkannya.

Salah seorang jamaah kemudian berkata kepada Hasan Basri,” Mengapa tidak engkau laporkan kepada Amir (pemimpin) di sini agar disingkirkan orang yang mengganggu ini?”

Mendengarkan hal itu Hasan Basri hanya diam.

“Ya Allah, Engkau telah mengetahui gangguan dia terhadap kami. Maka singkirkanlah dari kami dengan cara yang Engkau kehendaki.”

Keesokan harinya di tempat yang sama pula, Hasan Al Basri mengadakan pengajian lagi. Si Khawarij itu muncul lagi dan berbuat onar seperti sebelumnya. Ketika itu Hasan al Basri kemudian berdoa :

“Ya Allah, Engkau telah mengetahui gangguan dia terhadap kami. Maka singkirkanlah dari kami dengan cara yang Engkau kehendaki.”

Setelah selesai berdoa, tiba-tiba atas kekuasaan dari Allah SWT, lelaki tersebut jatuh tersungkur. Melihat kejadian ini para jamaah mengantarkan ke rumahnya.

Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal di atas pembaringan.


Peristiwa ini membuat Hasan Al Basri selalu selalu menangis. Beliau selalu mengatakan kepada orang-orang,” Demi Allah saya tidak bermaksud membuatnya celaka.”

Itulah salah satu peristiwa karomah Hasan Al Basri. Ulama ini tidak hanya dikenal ketinggian ilmunya tetapi juga dikenal sebagai ulama yang lurus dan berani dengan tegas mengkritik penguasa zalim. Bahkan beberapa kali ditangkap karena bersikap kritis kepada penguasa.


Dikisahkan pada suatu hari Hasan Al Basri dipenjara. Namun beberapa kali menghilang dan tidak ditemukan dalam kamar tahanannya. Menurut hikayat hal ini terjadi karena beliau melafalkan sebuah doa yang menjadikannya menghilang.


Syekh Hasan al-Basri
lahir di Madinah pada tahun 21 Hijrah (642 Masehi).Pada usia 14 tahun pindah ke kota Basrah, Irak, dan kemudian menetap. Hasan Al asri dikenal sebagai tabi’in (generasi setelah sahabat) dan termasuk ulama terkemuka dalam peradaban Islam.

Beliau wafat di Basrah, Iraq, pada hari Jum’at 5 Rajab 110 Hijrah (728 Masehi), pada umur 89 tahun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain