Kesaksian Sayidatina Aminah saat Rasulullah saw Lahir

aminah

PITUTUR ID. Kelahiran Nabi Muhammad saw menjadi hari yang istimewa bagi semua makhluk. Banyak peristiwa menakjubkan tentang kelahirannya ini. Salah satunya dari Sayidatina Aminah binti Wahab ibunda Rasulullah saw.


Disebutkan dalam kitab Maulid Al-Barzanji bahwa Rasulullah saw, lahir dari rahim Sayidatina Aminah binti Wahab. Ayahnya adalah pemimpin Bani Zuhrah, yang bernama Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Sedangkan ibunya adalah Barrah binti Abdul Uzza bin Utsman bin Abduddar bin Qushay.

Perempuan mulia ini menurut Ibnu Ishaq merupakan gadis yang termulia nasab dan kedudukannya di kalangan suku Quraisy.

Saat kehamilan Rasulullah saw,Sayidatina Aminah merasakan beberapa peristiwa menakjubkan. Dalam satu riwayat yang disebutkan oleh Ibn Saad dan Baihaqi bahwa ibunda Rasulullah saw tidak merasakan hamil sebagaimana perempuan lainnya. Beliau tidak merasa berat sebagaimana dirasakan oleh wanita hamil.

Saat kelahiran Rasulullah Ibunda Sayyidah Aminah menyebutkan bahwa Rasulullah saw saat lahir dalam posisi telungkup. Beliau meletakkan dua belah tangannya di permukaan bumi dan mengangkat kepalanya menengadah ke langit yang tinggi.

Sementara sejarawan Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa Sayidatina Aminah binti Wahab menceritakan bahwa saat mengandung beliau “didatangi” dan mendengar seruan. “Engkau sedang mengandung pimpinan umat ini, maka bacalah: ‘Aku memohon perlindungan Dzat yang Maha Esa dari segala kejahatan pendengki, dan berilah nama Muhammad.”

Ibnu Hisyam juga menyebutkan bahwa saat mengandung Rasulullah, Sayyidah Aminah bermimpi melihat cahaya keluar dari dirinya. Dan dengan cahaya tadi beliau melihat istana-istana Bashra di wilayah Syam.

‘Aku memohon perlindungan Dzat yang Maha Esa dari segala kejahatan pendengki, dan berilah nama Muhammad.”

Menurut catatan yang dikutip dari Lajnah Ta’lif wan Nasyr Kesan Pusat Pondok Pesantren Langitan bahwa Sayidatina Aminah binti Wahab pernah berkata: “Saat aku melahirkanya, bayinya tidak jatuh ke bumi seperti umumnya bayi, ia lahir dalam keadaan meletakkan kedua tanganya di atas bumi dan mengangkat kepalanya ke langit.”


Disebutkan pula saat Nabi dilahirkan, beliau mengenggam tanah dengan tangannya yang mulia dam sudah terkhitan dan terlepas tali pusarnya serta semua jari-jarinya mengenggam kecuali jari telunjuknya.

Itulah bebera[a kekasian dari bunda Rasulullah saw tentang putranya ketika saat-saat sebelum dan melahirkan. Waallahu A’lam Bishowab. (Dari berbagai sumber)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain