Seorang Darwis Mengubah Saudagar Kaya dengan Hikmah

Fariduddin Atthar yang kesohor dengan beberapa karyanya seperti Tadzkirul Awaliya’, hingga Manthiq at Thair dikenal sebagai seorang yang kaya raya.

Nama Aththar yang bisa diartikan sebagai ahli kimia atau tukang minyak adalah nama samaran yang dinisbatkan pada dirinya.

Dikisahkan pada suatu hari ada seorang darwis atau seorang penganut sufi yang sengaja hidup miskin datang ke tokonya yang megah. Ia sangat terkagum-kagum dengan kelengkapan toko tersebut.

Saat sedang mengamati sekeliling toko tersebut, bertemulah dengan Fariduddin, sang pemilik. Dengan penuh selidik, darwis itu memandangi Fariduddin.

Kemudian ia bertanya,” Aku heran bagaimana engkau mati dengan meninggalkan semuanya ini.”

“Aku akan mati seperti cara mu,” jawab Fariduddin kesal karena merasa dihina.

Darwis itu kemudian berkata lagi,” Aku tidak mati seperti mu. Aku tidak mempunyai satu pun kekhawatiran. Yang kumiliki hanyalah jubah dan kasykul (mangkuk untuk mengemis) Nah, engkau masih juga menyatakan mati seperti cara ku mati.”

“Tentu saja,” jawab Fariduddin setengah kaget.

Tak lama kemudian, darwis itu meletakkan kasykulnya ke tanah kemudian berbaring. Lalu ia mengucapkan kalimat Allah dan meninggal. Peristiwa ini membuat dirinya kemudian merenung lalu berubah cara pandang hidupnya.

Mulai saat itu Fariduddin menempuh jalan sufi dan bergabung dengan Tarekat Qubrawiyah.  Fariduddin Aththar adalah salah satu sufi dengan banyak karya yang bisa dibaca hingga kini.

Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain