Abu Darda dan Pemuda Berandalan

Abu Darda adalah sahabat Rasulullah saw. yang  mempunyai banyak kisah hikmah. Sahabat yang satu ini dikenal sebagai orang yang filosuf dan pedagang. Bernama Uwaimir bin Malik al-Khazraji, Abu Darda menganut Islam setelah Nabi hijrah.  

Proses masuknya Islam juga unik. Ketika menyembah berhala, patung-patung sesembahannya dihancurkan oleh Abdullah bin Rawahah, salah satu sahabat karibnya yang memeluk Islam terkebih dahulu. Dari peristiwa ini Abu Darda menjadi sadar bahwa patung tidak bisa menolong dirinya. Semenjak masuk Islam kehidupan Abu Darda berubah total. Kehidupan zuhud dipilihnya dan sangat tekun mengajarkan agama. Akhirnya Abu Darda ke Syam sebagai seorang pendidik, setelah sebelumnya ditawari menjadi hakim oleh Khalifah Umar bin Khatab.

Ada kisah menarik yang bisa diteladani dari sahabat Rasulullah saw ini dalam perilaku seseorang. Disebutkan bahwa suatu hari Abu Darda melihat seorang pemuda yang dicaci maki oleh sekelompok orang. Abu Darda kemudian bertanya kepada sekelompok orang tersebut,” Bagaimana pendapat kalian bila pemuda ini terperosok ke dalam lobang sumur? Apakah kalian akan menolongnya?”

“Tentu kami akan menolongnya,” jawab mereka.

“Kalau begitu jangan mencela. Kalian seharusnya bersyukur kepada Allah SWT yang telah menyelamatkan kalian dari berbuat dosa,” kata Abu Darda.

Kemudian mereka bertanya,” Apakah engkau tidak membencinya?”

“ Yang aku benci adalah perbuatannya. Akan tetapi jika dia meninggalkan perbuatan maksiatnya itu, dia adalah saudaraku,” jawab Abu Darda.

Itu adalah salah satu bukti kebaikan Abu Darda. Beliau tidak melihat permasalah dengan utuh dan menyelesaikannya dengan adil.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain