Bara Api untuk Abdullah bin Marzuq

Abdullah bin Marzuq adalah salah satu sufi yang sezaman dengan Fudail bin Iyadh. Disebutkan sebelum menempuh jalan sufi, Abdullah dikenal sebagai seorang pejabat tinggi yang suka foya-foya dan mabuk-mabukan. Hingga pada suatu hari ada seorang budak perempuan yang mengubah hidupnya.

Dikisahkan Abdullah bin Marzuq sedang asyik menikmati alunan musik sambil mabuk. Sehingga ia lupa menjalankan solat lima waktu. Padahal setiap waktu solat zuhur, asar hingga magrib tiba, Abdullah selalu diingatkan oleh budak perempuannya. Pas ketika solat isya tiba lewat, budak perempuannya datang. Namun tidak seperti biasa, ia membawa bara api dan kemudian menempelkannya ke kaki abdullah bin Marzuq.

Tentu saja abdullah bin Marzuq kaget sambil menahan rasa sakit. “Apa-apaan ini,” katanya kepada budak perempuan sambil menahan sakit.

Melihat tuannya seperti itu, budak perempuan tersebut berkata,” Ini adalah bara api yang ada dari dunia. Lalu bagaimana kelak tuan terbakar dari bara api yang ada di akherat?”

Mendengar penuturan budaknya itu, Abdullah bin Marzuq sadar dan menangis sejadi-jadinya. Kata-kata tersebut membekas ke dalam hatinya. Setelah itu kehidupannya berubah. Ia menyedekahkan harta bendanya kepada para budak dan membebaskannya. Mulailah Abdullah bin Marzuq dengan kehidupan baru sebagai pedagang sayur.

Suatu hari dua orang sufi Sufyan bi Uyainah dan Fudhail bin Iyad datang menemuinya. Terlihat abdullah sedang tidur tanpa alas dan berbantal batu bata. Melihat hal itu Sufyan bin Uyainah berkata,” Barang siapa menyedekahkan hartanya karena Allah, maka Allah SWT akan menggantikannya dengan sesuatu. Dan apa penggantimu terhadap sesuatu yang kamu kamu tinggalkan untuk-Nya?”

“ Ridho dengan keadaanku ini,” jawab Abdullah bin Marzuq.     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain