Terkendala Banyak Bom Masjid Bungkuk Sulit Direstorasi

Bagi warga kota Mosul, Irak, Masjid An-Nuri adalah salah satu ikon kota. Masjid ini dulunya dikenal dengan julukan masjid bungkuk karena menaranya yang miring. Dibangun oleh Nuruddin saat penguasa kota Mosul pada tahun 1172-1173 oleh Nuruddin Zangi i dari Kesultanan sebelum wafatnya. Namun masjid ini luluh lantak ketika ISIS meledakkannya pada tahun 2017 lalu.

Saat ini masjid An Nuri sedang dalam proses restorasi. Namun banyak kendala yang membuat proses perbaikan mengalami keterlambatan. “Ada sekitar 300 atau 400 kotak TNT di bawah sana. Bahkan ada alat-alat peledak improvisasi yang tersembunyi di bagian dindingnya,” ungkap Maria Rita Acetoso, pimpinan senior proyek pembangunan kembali masjid al-Nuri ini seperti dilansir dari laman bbcindonesia.

Disebutkan bahwa total ada 44.000 batu bata dan 1.100 pecahan marmer ditemukan di reruntuhan masjid dan menara. Semuanya reruntuhan itu dicatat dalam katalog dan pada akhirnya akan menghiasi tempat ibadah itu lagi. Saat ini pengamanan situs itu diawasi oleh otoritas Irak. Saat ini ranjau yang ada diledakkan satu per satu ranjau.  “Rekonstruksi bangunan bersejarah selalu menantang, tetapi membersihkan ranjau merupakan ancaman yang tak tampak,” ujar Acetoso.

Masjid al-Nuri adalah lanskap kota Mosul. Kompleksnya seluas  11.050 meter persegi yang terdiri ruangan untuk salat dan bangunan-bangunan lainnya. Menurut sejarah Ibn al-Athir, bahwa Nuruddin Zangi penguasa Mosul memerintahkan keponakannya Fakhruddin untuk membangun masjid ini.

Disebutkan dalam catatannya bahwa Nuruddin menunggang kuda untuk meninjau tempat yang akan dijadikan lokasi masjid dan menunjuk Sheikh Umar al-Malla sebagai penanggung jawab atas proyek tersebut. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 568 H atau sekitar  1172-3 M. Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi salah satunya pada tahun 1511.  

Namun yang paling khas dari kompleks ini adalah menaranya miringnya atau al-Habda yang oleh Barat dikenal dengan istilah The Hunchback. Menara ini luluh lantak pada peledakan tahun 2017. Hingga sebuah proyek senilai $50,44 juta atau sekitar Rp731 miliar yang didanai oleh Uni Emirat Arab mencoba merenovasi masjid legendaris itu.

Atas inisiatif UNESCO proyek yang dikenal dengan Revive the Spirit of Mosul diluncurkan pada Februari 2018.  Proyek ini bertujuan memulihkan tatanan perkotaan, sosial dan budaya di kawasan tersebut dimana bangunan-bangunan terakhir Kesultanan Utsmaniyah berdiri.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain